Iklan Banner Sukun
Ekbis

Pengajuan Utang di BPR Bojonegoro Meningkat Selama Wabah Covid-19

Pelayanan di kantor BUMD BPR Kabupaten Bojonegoro.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kabupaten Bojonegoro mengklaim jumlah nasabah yang mengajukan utang selama wabah Covid-19 melanda alami peningkatan. Peningkatan jumlah nasabah yang mengajukan utang disebabkan karena dampak Covid-19.

Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) BPR Kabupaten Bojonegoro Sutarmini mengatakan, dampak Pandemi Covid-19 yang terjadi memang sangat berpengaruh terhadap ekonomi pedagang. Sehingga, kata dia, bank plat merah itu mengambil peluang dengan mendatangi calon nasabah.

“Kami pendekatan langsung ke pedagang, termasuk memberi jawaban pedagang yang tidak tahu cara mendapat pinjaman,” ujarnya, Jumat (17/9/2021).

Dampak ekonomi selama pandemi ini, juga banyak pedagang yang terjerat rentenir. BPR, lanjut dia, juga aktif dengan menerjunkan petugas khusus yang akrab disapa mantri untuk menjemput dan mendengar kebutuhan pedagang pasar atau ultra mikro. Bahkan, disediakan pinjaman khusus bagi yang akan menutup pinjaman ke rentenir.

“Sebenarnya memang tidak gampang memberi pemahaman agar beralih dari rentenir ke BPR. Melihat bank, pedagang banyak yang masih beranggapan sulit,” ungkapnya.

Sementara, Pemkab Bojonegoro selama wabah Covid-19 ini, melalui BPR Bojonegoro menggelontorkan dana sebesar Rp20 miliar untuk memberikan stimulan kepada pedagang pasar dengan batas pinjaman maksimal Rp2,5 juta dengan bunga 3 persen setahun dari bunga awal 6 persen.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam keterangannya mengatakan stimulan dana ultra mikro ini dialokasikan untuk pedagang skala sangat kecil di 11 pasar daerah dan 78 pasar desa se-Kabupaten Bojonegoro. Dengan harapan tidak ada pedagang yang terjerat oknum rentenir.

Selain itu, stimulan yang diberikan tersebut juga sebagai tindak lanjut dari Peraturan OJK No 11 Tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease.

“Tentunya, dengan diberikan stimulan dana ini para pedagang pasar dapat terbantu untuk menyelesaikan masalah ekonominya dan tidak terjerat oleh oknum rentenir,” kata Bupati Anna, Selasa (31/3/2020).

Sementara diketahui, pertumbuhan kredit di BPR dari tahun 2019 hingga 2020 ini tumbuh hampir 7 persen. Sedangkan jumlah nasabah yang melakukan pinjaman dari April 2020 hingga 6 September 2021 ada 8.942 nasabah dari pelaku ultra mikro dengan total penyaluran Rp21 miliar. Sedangkan untuk pelaku usaha mikro ada 2.222 nasabah sengan penyaluran sebesar Rp 21,8 miliar. [lus/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar