Ekbis

Penerbangan Internasional di Juanda Masih Jalan, Hongkong dan Singapura Terbanyak

Penumpang dan petugas saat menjalani pemeriksaan suhu tubuh melelui thermo scanner di Bandar Udara Juanda, Surabaya, belum lama ini.(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Meski tergolong sepi dan turun aktivitas pergerakan penumpang, Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo masih buka normal seperti biasa, Jumat (20/3/2020). Sepinya penumpang ini dikarenakan merebaknya virus corona atau covid-19 di Indonesia. Menurunnya aktivitas penumpang ini pun membuat sejumlah maskapai mengutangi armadanya. Yuristo, Manager Humas dan Hukum PT Angkasa Pura I, Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya menjelaskan, aktivitas penumpang saat ini pergerakannya per hari sudah menurun.

“Biasanya ada 50 ribu lebih penumpang memanfaatkan fasilitas Bandara Juanda selama sehari. Tapi sekarang turun menjadi 40 ribu sampai 42 ribu per hari. Penerbangan internasional masih dilayani terutsms rute Hongkong dan Singapura yang terbanyak pelayanannya,” papar Yuristo.

Lebih lanjut Yuristo menjelaskan, guna mengantisipasi dua lini pergerakan penumoang PT Angkasa Pura I pun membuat sejumlah kebijakan. Diantaranya yakni keseharusan penumpang datang untuk melintasi zona thermo scanner. Setidaknya ada tiga alat thermo scanner yang diaktifkan di dua terminal baik domestik maupun internasional. Hal ini dilakukan guna mendeteksi suhu badan penumpang yang datang di Juanda. Selain itu untuk penumpang hendak bepergian harus dilakukan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal gun. Jika dua alat ini menunjukkan aktivitas penumpang dengan suhu badan tinggi atau sakit. Maka penumpang akan diberikan himbauan dan dilanjutkan ke petugas KKP Kelas I Surabaya.

“Tak hanya itu kita juga terapkan pembatasan jarak tempat duduk dan antrian. Diharapkan menjaga jarak satu meter ini efektif menangkal penyebaran virus corona. Sedangkan untuk fasilitas umum di bandara juga dilakukan penyemprotan disinfektan. Sehingga pergerakan penumpang baik datang dan pergi bisa lebih nyaman dan aman dari virus corona,” tandasnya.

Sementara saat ditanya akan tutunya bandara, Yuristo mengaku jika itu adalah kebijakan pemerintah pusat. Sampai saat ini tak ada tanda-tanda pelayanan publik di Bandara Juanda akan ditutup sementara. Hanya saja, sesuai surat edaran yang ada, beberapa negara yang melakukan lockdown sudah menutup penerbangan dari dan ke Indonesia. (man/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar