Ekbis

Penerbangan Ditutup, Ini Curhat Pengusaha Travel

Surabaya (beritajatim.com) – Ditutupnya jalur penerbangan internasional akibat pandemi Covid-19, berdampak besar bagi para pengusaha travel agent.

Salah satunya pemilik travel education trip di Surabaya ini mengaku sedikit berat dengan kondisi pandemi melawan virus Corona. Pasalnya ia terpaksa merumahkan sebagian karyawannya karena tidak ada pemasukan. Bahkan dari kurun waktu empat bulan kedepan, sebanyak 4 -5 trip terpaksa dibatalkan karena kondisi pandemi di Indonesia.

“Bukan hanya penurunan tapi dicancel semua student yang akan melakukan trip ke luar negeri, jelas ini berdampak pada kami para travel education tanpa ada pemasukan sama sekali,” ungkap Sendy.

Lebih lanjut, dikatakan Sandy, ia bersams timnya telah merancang trip baru yakni umrah dan belajar di dua universitas di Turki dan Madinah terpaksa harus di-reschedulle.

“Kita ada beberapa sekolah yang sudah aprove sebelumnya untuk umrah dan beasiswa di universitas Turki dan Madinah. Kita kasih penawaran reschudule atau dibatalkan dan mengembalikan uang namun mereka meminta untuk di rescdhule karene mereka sudah membayar full,” ungkapnya.

Sendy berharap dengan kondisi seperti ini, harusnya pemerintah lebih memperhatikan para pengusaha terutama travel agent yang memiliki dampal yang lebih besar dan memberikan jalan tengah. “Harusnya pemerintah memberikan perhatian khusus kepada para pengusana travel agent seperti kita, bagaimana mencari jalan tengah jika sepi penerbangan di tengah pandemi,” tutupnya. [way/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar