Ekbis

Pendapatan Turun di Tengah Pandemi, ‘Onde-Onde Ketawa’ Kota Mojokerto Kini Tembus Pasar Modern

IRT pembuatan onde-onde milik warga Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 membuat dunia usaha terpuruk, tak terkecuali Industri Rumah Tangga (IRT) Onde-Onde Ketawa di Kota Mojokerto ini. Meski pendapatan sempat turun hingga 80 persen, namun IRT di Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto saat ini tembus pasar modern.

Usaha yang ditekuni Tunik (47) sejak tahun 2014 lalu ini, memiliki tujuan agar penikmatnya selalu tersenyum saat menyantap oleh-oleh khas Kota Mojokerto ini. Tujuan tersebut akhirnya mulai bisa dirasakan Tunik dan keluarga, ini lantaran usahanya tersebut sudah masuk ke pasar modern di sejumlah Kota di Jawa Timur.

“Namanya Onde-onde Ketawa. Anak saya yang kasih nama, katanya biar orang-orang senyum dan tertawa saat makan. Onde-onde ketawa ini kering, dibanding onde-onde yang biasanya. Ini kering pecah bentuknya, kalau yang biasa basah, bulat dan ada isinya kacang hijau. Ini tidak ada isinya dan rasanya juga berbeda,” ungkapnya, Selasa (20/10/2020).

Masih kata ibu dua anak ini, dalam menjalankan usahanya tersebut, ia dibantu keluarganya. Semua pembuatan jajanan kering ini hanya melibatkan anggota keluarga saja, tanpa ada orang lain. Belajar dari internet, ia mulai usahanya dan memasarkan ke sejumlah toko kue di Kota Mojokerto.

“Selama ini pemasaran ya ke toko kue di Kota Mojokerto dan karena bisa diterima sehingga sampai ke Malang, Surabaya dan Jombang. Tapi sejak ada Corona, toko sepi imbasnya pendapatan turun. Sejak bulan Maret hingga April, biasanya sebulan Rp15 juta, anjlok menjadi Rp2 juta,” ujarnya.

Ia sempat frustasi dan hampir stop produksi akibat onde-onde miliknya tak laku di pasaran. Namun sejak bulan Juli lalu, dalam sehari ia mampu membuat pesanan Onde-onde Ketawa sampai 10 kg hingga 15 kg. Ini lantaran adanya bantuan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto.

“Dari Disperindag, saya mendapatkan bantuan modal, pendampingan dan bantuan pemasaran ke toko-toko besar. Alhamdulillah, sejak bulan September kemarin, Onde-onde Ketawa kita sudah merambah ke toko-toko modern. Kita bisa menjual dagangan kita ke minimarket,” kata istri dari Sumali ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kota Mojokerto, Febriyanti mengatakan, sejak pandemi merebak, Wali Kota Mojokerto memerintahkan Disperindag Kota Mojokerto untuk gencar melakukan berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk IKM dan UKM di Kota Mojokerto.

“Ini masuk dalam program pemulihan dampak ekonomi akibat Covid-19. Tujuannya untuk membangkitkan kembali UKM dan IKM di Kota Mojokerto yang sempat terpuruk akibat terpukul pandemi. Kita berikan pembinaan dan pendampingan, mulai dari manajemen, pakaging produk dan bantuan pemasaran ke luar daerah serta toko modern,” jelasnya.

Masih kata Yanti (panggilan akrab, red), bulan Oktober saat ini pihaknya mulai melakukan penjajakan pemasaran ke Bali. Hal tersebut dilakukan untuk melebarkan sayap pemasaran produk UKM dan IKM Kota Mojokerto ke luar daerah. Selain melakukan pendampingan, Disperindag juga memberi bantuan fasilitasi.

“Seperti pendaftaran merk, sertifikat halal, sertifikat nutrisi food hingga design kemasan. Semua kita gratiskan, ini untuk mengangkat produk IKM dan UKM Kota Mojokerto agar lebih kompetitif dan laku keras di pasaran. Selain itu, kita juga membantu mempermudah proses pengajuan permodalan mereka ke bank,” tegasnya. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar