Ekbis

Pendapatan Terjun Bebas Akibat PSBB, Pengusaha Konveksi Terancam Gulung Tikar

PSBB: Foto Ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Perpanjangan pemberlakuan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB kembali membuat pengusaha menjerit. Kali ini, suara itu datang dari Purnomosidi Wibowo.

Pengusaha di sektor konveksi dengan skala menengah ini mengaku kewalahan untuk bisa terus memenuhi kewajiban kepada para pegawainya. Purnomosidi bercerita, pemasukan di perusahaannya sudah mencapai ambang batas eliminasi.

“Keuntungan yang didapat terjun bebas dari 80 persen menjadi 30 persen. Saya mencoba bertahan. Dan sampai saat ini tidak ada karyawan yang saya rumahkan. Mereka tetap digaji dan sudah dianggarkan untuk mendapat THR,” katanya.

Menurut alumnus UK Petra itu, kondisi yang ada diperparah dengan kewajiban melakukan rapid test kepada pegawainya. Kewajiban itu tertuang dala surat bernomor 443/18005/436.7.2/2020tertanggal 5 Mei 2020 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita.

“Harga rapid test di Kota Surabaya ya tidak semurah yang dibayangkan, sekitar Rp 300–Rp 500 ribu sekali tes. Tolonglah bantu kami. Kewajiban sudah kami penuhi termasuk THR. Jangan kami perlahan dimatikan dengan kondisi seperti ini,” keluh Purnomosidi.

“Mungkin pengusaha lain juga sama. Awalnya saya khawatir kalau bicara begini nanti usaha saya dipersulit. Tapi mau bagaimana lagi, kami juga menjerit jika tidak ada kepedulian dari pemkot,” pungkas Purnomosidi.

Di sisi lain, terkait rapid test, Pemkot Surabaya mengaku sudah melakukan total sebanyak 7.223 rapid test untuk mendeteksi dini atau diagnosa awal Covid-19.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, dari angka 7.223 tersebut, terdiri dari orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 4.585. Rinciannya, 650 warga reaktif dan 3.935 hasilnya negatif. Kemudian orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 641 terdiri dari 51 orang yang reaktif dan 590 negatif.

“Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya 160 pasien yang didalamnya terdapat 41 pasien reaktif dan 119 negatif,” kata Wali Kota Risma di Halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (13/5/2020).

Sedangkan untuk tenaga kesehatan (nakes) berjumlah 1.837 orang. Dari angka tersebut, 46 diantaranya reaktif dan 1.791 nakes hasilnya adalah negatif. Hingga hari ini, Wali Kota Risma menyebut, sedikitnya ada tujuh daerah yang dilakukan rapid test untuk warga terdampak. Yakni Sawah Pulo, Kebon Dalam Tengah, Dupak Timur 4, Gresik PPI Pasar, Tenggilis Utara 2, Gubeng Masjid 1 dan terakhir Wonorejo Rungkut. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar