Ekbis

Pendapatan Negara di Jatim Bulan Agustus Dibanding Tahun Lalu

Surabaya (beritajatim.com) – Pemulihan ekonomi di Jawa Timur terus bergerak. Bulan Agustus ini, pendapatan negara di Jawa Timur memang mengalami penurunan dibanding bulan Juli lalu. Begitu pula dengan belanja negara. Tetapi bila dibandingkan bulan Agustus tahun lalu, baik pendapatan maupun belanja, terjadi kenaikan cukup signifikan.

Kabar pemulihan ekonomi tersebut disampaikan oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Timur, Taukhid, S.E., M.Sc.IB., M.B.A, Jumat (10/9/2021). “Tahun lalu perekonomian turun drastis karena munculnya pandemi Covid-19. Pelan tapi pasti, meski pandemi belum berakhir, perekonomian beranjak ke pemulihan. Kita berharap ekonomi di Jatim terus semakin membaik,” katanya.

Taukhid menuturkan, pendapatan negara di Jatim sampai dengan 31 Agustus 2021 mencapai Rp 123,79 triliun. Angka tersebut tumbuh positif secara nominal sebesar 15,47% dibandingkan realisasi periode yang sama bulan Agustus tahun lalu, yakni sebesar Rp107,21 triliun.

Adapun reaisasi belanja negara di Jatim sampai dengan 31 Agustus 2021 mencapai Rp 77,74 triliun. Secara nominal tumbuh negatif sebesar 0,17%. Meski begitu, persentasenya tumbuh positif 0,77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari total belanja tersebut, untuk peningkatan mutu pendidikan, pemerintah melakukan penyaluran dana BOS sebesar Rp 4,46 triliun. Terdiri dari penyaluran tahap I untuk 27.590 sekolah (5.362.773 siswa) dan tahap II 25.575 sekolah (5.280.223 siswa).

Sedangkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, pemerintah melakukan realisasi kredit program sebesar Rp30,34 triliun kepada 1.014.852 debitur. Jumlah debitur ini tumbuh 58,58% dan jumlah penyaluran tumbuh 47,90% dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

“Penyaluran kredit program terdiri dari penyaluran KUR sebesar Rp29,95 triliun kepada 905.845 debitur dan UMi sebesar Rp 385,59 miliar kepada 109.107 debitur,” kata Taukhid.

Komitmen pemerintah untuk mendorong pembangunan dan kesejahteraan sampai ke tingkat desa juga terus dilanjutkan. Sampai bulan Agustus 2021, realisasi penyaluran Dana Desa mencapai 68,94% atau Rp 5,28 triliun dari pagu alokasi yang ditetapkan Rp 7,65 triliun. Realisasi BLT Dana Desa sampai telah disalurkan sebesar Rp 1,47 triliun atau sebesar 71,69% dari proyeksi BLT tahun 2021.

Pada bulan September ini, laporan pendapatan dan belanja negara memasuki akhir dari tri wulan ketiga. Pemerintah menaikkan target realisasi penyerapan sebesar 10 persen, yakni dari target 60 persen ke target 70 persen.

“Kita memahami kenaikan target realisasi penyerapan. Hal itu dengan tujuan agar tidak terjadi penumpukan program di akhir tahun. Biasanya, banyak proyek dikerjakan di bulan Desember. Pemerintah menghindari penumpukan tersebut,” kata Taukhid.

Menyikapi kenaikan target itu, Taukhid mengaku tidak terlalu memberatkan. “Bagaimana caranya? Kita punya strageti yakni mendorong terus lembaga-lembaga pemerintahan. Skema belanjanya kita minta agar bisa lebih cepat. Tentu saja kita tetap melakukan pengawasan. Semuanya sesuai tagline DJPb, bersama Anda membangun ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” tandas Taukhid. [but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar