Ekbis

Pendapatan Menurun Drastis, Sopir Taksi Bertahan dari Donasi

Surabaya (beritajatim.com) – Salah satu profesi yang merasakan dampak negatif dari pandemi Covid-19 adalah supir taksi. Salah satu perusahaan penyedia jasa transportasi taksi, yakni Bluebird bahkan harus memutus hubungan kerja dengan pegawainya.

Bluebird cabang Kenjeran yang awalnya memiliki 251 karyawan termasuk supir, saat ini hanya mempertahankan 154 karyawan dan supirnya. Hal ini disampaikan oleh Suyono, Ketua Serikat Kerja Bluebird Pool Kenjeran pada beritajatim.com Sabtu (16/5/2020).

“Dampak pemutusan kerja pasti ada, tapi kami sebisa mungkin mempertahankan supir. Supir yang bertahan juga ada beberapa yang di rumahkan karena terjebak di kampung halaman karena tidak bisa masuk Surabaya. Dari 251 saat ini hanya tersisa total 154 saja,” ujar Suyono.

Para supir yang bertahan pun mengalami kemerosotan pendapatan yang signifikan. Hal ini dikarenakan pusat keramaian banyak yang ditutup, seperti mall, stasiun dan lainnya.

“Biasanya para supir bisa mendapat pemasukan bersih harian kurang lebih 150.000 setelah dikurangi setoran tetapi sekarang bahkan bisa tidak dapat penumpang sama sekali,” katanya.

Terkait hal ini memang dari ada beberapa kebijakan dari perusahaan, seperti Subsidi 50.000 per hari dan insentif khusus. Pusat penumpang yang masih bisa dijadikan ladang mencari rejeki saat ini hanya, rumah sakit dan stasiun.

Selain itu, para supir taksi Bluebird saat ini juga bergantung dari donasi dan bantuan dari masyarakat.

Melihat hal ini Yayasan Manarul Ilmi (YMI) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) yang bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan donasi kepada 154 supir tersebut, Sabtu (16/5/2020).

“Ya kami mengandalkan bantuan dari masyarakat, kan kadang-kadang juga ada sumbangan di jalan jalan, seperti sumbangan dari YMI ini. Buat menyambung hidup. Lah gimana, kadang kami bisa seharian full tidak dapat penumpang,” terang Suyono.

Bertahannya dari donasi. Suyono dan supir taksi lainnya berharap agar pandemi ini segera berlalu. Ia berharap orang bisa beraktivitas seperti biasa, mall, bandara, stasiun dibuka.

“Meski begitu kami juga bersyukur masih ada orang yang peduli dengan kami yang kesusahan. Sehingga kami bisa bertahan. Semoga pandemi segera selesai, agar kami bisa narik seperti biasa,” ungkapnya haru. [adg/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar