Iklan Banner Sukun
Ekbis

Waspadai Laju Inflasi 2022

Pemkot Kediri Susun Road Map Pengendalian Inflasi Daerah

Kediri (beritajatim.com) – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, tingkat inflasi Kota Kediri tahun 2021 berada pada angka 1,64 persen. Angka tersebut berada di bawah Provinsi Jawa Timur yang berada pada angka 2,71 persen dan 1,87 persen di level nasional.

Perlu diketahui, sumber inflasi yang saat ini terjadi berasal dari adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks dari kelompok pengeluaran. Diantaranya, makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 2,46 persen.

Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga inflasi sebesar 0,02 persen. Lalu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga inflasi 0,01 persen, serta kelompok kesehatan inflasi sebesar 0,22 persen, kelompok transportasi inflasi 0,51 persen. Selain itu juga kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran inflasi 0,05 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya inflasi sebesar 0,49 persen.

Merespon hal tersebut, Pemkot Kediri melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari Barenlitbang, DKPP, Disperdagin, Bagian Perekonomian, Bagian Pemerintahan, DPUPR, BI, serta Bulog bersinergi dalam upaya preventif dalam mengendalikan inflasi tahun 2022. Salah satunya adalah penyusunan Road Map pengendalian inflasi di Kota Kediri pada Jumat (7/1/2022).

Chevy Ning Suyudi, Kepala Barenlitbang Kota Kediri menjelaskan di dalam rencana kerja pengendalian inflasi tersebut mengadopsi strategi 4K, yang terdiri dari: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif.

Diketahui, terdapat sepuluh komoditas utama penyumbang Inflasi Desember 2021 di Kota Kediri, seperti: cabai rawit, minyak goreng, tarif kereta api, beras, telur ayam ras, cabai merah, kangkung, semangka, terong, serta emas perhiasan.

Lain daripada itu, komoditas sawi hijau, pepaya, jeruk, udang basah, biaya administrasi transfer uang, deterjen, anggur, pembalut wanita, ketimun, serta kelapa justru mengalami deflasi.

Kedepan Pemkot Kediri patut mewaspadai beberapa hal pendorong inflasi yang mungkin terjadi pada Januari 2022, yakni: munculnya virus baru Omicron berpotensi meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas masyarakat di pasar atau pusat perbelanjaan, kenaikan cukai rokok yang berimbas pada kenaikan harga rokok, serta perubahan iklim yang ekstrim menyebabkan penurunan komoditas tertentu.

Chevy berharap melalui penyusunan Road Map pengendalian inflasi ini dapat mensinergikan pihak-pihak terkait dalam mengendalikan laju inflasi di Kota Kediri. [nm/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar