Ekbis

Pemkab Pamekasan Terima DBHCT Rp 47 M Lebih

Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah kabupaten Pamekasan, menerima Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) dari pemerintah pusat sebesar Rp 47 miliar lebih pada 2019.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Pengawasan dan Layanan Bea Cukai Tipe Madya Paben C Madura, Latif Helmi ketika melaksanakan silaturrahmi bersama Bupati Pamekasan, Badrut Tamam di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Senin (27/5/2019) lalu.

“Dana ini merupakan dana yang diperoleh dari para perokok yang mengkonsumsi rokok legal, khususnya di Kabupaten Pamekasan,” kata Latif Helmi, berdasar rilis yang diterima beritajatim.com, Sabtu (31/5/2019) malam.

Dana tersebut paling banyak untuk Kabupaten Pamekasan. Terlebih perusahaan rokok di Pamekasan memang paling banyak di antara kabupaten lain di Madura. “Jadi dana ini dikelola oleh Bidang Perekonomian Pemkab Pamekasan,” ungkapnya.

Sesuai ketentuan, minimal 50 persen dana tersebut dialokasikan untuk jaminan kesehatan. Sisanya dialokasikan ke dinas terkait sesuai kebutuhan pemkab Pamekasan. “Termasuk alokasi ke Dinas Pekerjaan Umum, seperti perbaikan jalan raya atau berbagai perbaikan infrastruktur lain untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.

“Selain itu, DBHCT juga diperuntukkan untuk mensubsidi pengguna kartu BPJS Kesehatan, termasuk juga untuk pembangunan rumah sakit daerah, dan pengadaan alat-alat kesehatan,” sambung Latif Helmi.

Dana bagi hasil cukai tembakau di Pamekasan, pada tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Semisal pada 2018 lalu, DBHCT yang diterima Pemkab Pamekasan sebesar Rp 45 miliar lebih.

Sesuai peraturan menteri keuangan, Penggunaan DBHCT harus menyasar lima program. Di antaranya peningkatan kualitas bahan baku, Pembinaan industri, Pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan atau pemberantasan barang kena cukai ilegal. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar