Ekbis

Pemkab Pamekasan Diminta Aktif dalam Tata Niaga Tembakau

Pamekasan (beritajatim.com) – Salah satu pengusaha tembakau di Pamekasan, Suli Faris meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, agar berperan aktif dalam persoalan tata niaga tambakau yang saat ini sudah mulai memasuki masa panen.

“Musim panen tembakau Madura 2020 insya’ Allah dalam.waktu dekat akan segera mulai, sementara hingga saat ini pihak pabrikan rokok yang biasa beli tembakau masih belum seluruhnya menginfokan rencana tonase pembelian,” kata Suli Faris, Selasa (11/8/2020).

Saat ini terdapat sejumlah pabrikan yang sudah menyatakan tidak akan melakukan pembelian tembakau. Informasi tersebut juga sudah berkembang di masyarakat, seperti PT Bentoel dan PT Sampoerna yang biasa diwakili PT Sadana. “Informasi lainnya mereka hanya akan membeli tembakau petani hanya sekitar 200 ton,” unykapnya.

“Bahkan untuk pabrik lain seperti PT Gudang Garam, Djarum, Grendel dan lainnya, juga belum menyatakan secara resmi tentang tonase pembelian tembakau Madura yang akan dilakukan pada tahun ini,” sambung mantan anggota DPRD Pemekasan.

Dari itu ia meminta agar pemkab setempat khususnya instansi terkait agar segera mengambil peran secara aktif dalam persoalan tata niaga tembakau. “Dalam persoalan ini, kami harapkan pemkab khususnya saudara Bupati agar segera mengambil langkah cepat meloby pihak pabrikan agar menaikkan tonase pembelian dan tentunya dengan harga yang layak, yakni di atas biaya produksi petani,” ungkapnya.

“Dengan meloby pabrikan yang enggan melakukan pembelian tembakau tahun ini, nantinya kita harapkan dapat merubah keputusan untuk kembali membeli tembakau petani seperti yang dilakukan pabrikan lainnya. Sebab hemat kami, harga tembakau sangat tergantung pada hukum pasar sesuai dengan prinsip ekonomi,” Jelasnya.

Dalam prinsip ekonomi, jika barang sedikit dan kebutuhan banyak, maka harga jual pasti mahal dan stabil. Tetapi sebaliknya, jika barang banyak dan kebutuhan sedikit, pastinya harga jual akan murah dan cenderung fluktuatif. “Jadi disinilah pentingnya pemkab dalam hal ini bupati mengambil peran dan langkah antisipatif yang dapat mengakibatkan hal buruk bagi petani,” jelas Suli Faris.

“Selain itu, pengawas dari tim pemkab terkait data tata niaga tembakau harus lebih serius dengan cara menerjunkan tim pengawas, baik secara formal maupun non formal, termasuk secara terang-terangan maupun diam-diam ke pusat transaksi (gudang),” tegasnya.

Pernyataan tersebut merupakan saran darinya sebagai pelaku usaha tembakau, salah satunya sebagai upaya untuk kesejahteraan masyarakat khususnya petani tembakau. “Kenapa demikian, tidak lain karena tembakau merupakan tumpuan masyarakat Pamekasan. Sehingga mereka bisa membiayai pendidikan anaknya, kebutuhan konsumtif dan lainnya,” pungkasnya. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar