Iklan Banner Sukun
Ekbis

Pemkab Magetan Inisiasi Beli dan Sedekah Telur

Bupati Magetan Suprawoto saat meninjau acara gerakan beli dan sedekah telur di halaman Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan. (foto: Diskominfo Magetan)

Magetan (beritajatim.com) – Pemkab Magetan membantu pemasaran telur ayam ras milik peternak lokal. Hal itu melalui gerakan beli dan sedekah telur, yang dilaksanakan pada Senin sampai Jumat atau tanggal 13 September 2021 hingga 17 September 2021 di Dinas Peternakan dan Perikanan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, Nur Haryani mengatakan saat ini harga telur di tingkat peternak antara Rp 14.000 sd Rp 15.000/kg dengan BEP (titik impas pemeliharaan) Rp 18.000/kg. Artinya dengan budidaya sebanyak 1.000 ekor peternak merugi Rp 200.000/hari.

“Sedangkan jumlah peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan kurang lebih 1.200 peternak dengan populasi ternak ayam produktif sebanyak dua juta ekor,” terang Nur Haryani.

Jumlah produksi telur harian di Kabupaten Magetan sebanyak 60 ton, dengan kemampuan serapan harian 20 ton untuk Kabupaten Magetan dan 40 ton untuk luar kabupaten. Kondisi pandemi berimbas pada serapan telur yang sangat rendah dan ditambah adanya peredaran telur ayam dari luar kabupaten, yang masuk ke Kabupaten Magetan dengan harga yang lebih murah.

“Yang paling terdampak adalah peternak ayam petelur skala kecil yang berjumlah setidaknya 1.000 orang, dengan kepemilikan di bawah 3.000 ekor, dimana mereka belum bisa menjual telur sendiri, sedangkan modal dari bank dan kecukupan pakan diperoleh dari pinjaman kemitraan,” katanya.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yaitu untuk membantu mengurai masalah peternak ayam petelur skala kecil, wujud empati pemerintah daerah dan ASN di Kabupaten Magetan,serta upaya meningkatkan gizi masyarakat dengan harga terjangkau di masa pandemi.

Bupati Magetan Suprawoto menginisiasi dan mengajak gerakan sedekah telur seperti sedekah peternak ayam petelur Kabupaten Magetan sebanyak 500 kg, alokasi untuk warga isolasi mandiri, relawan covid dan masyarakat kurang mampu. Dalam acara tersebut juga dibuatkan Lapak telur drive thru agar mengurangi kerumunan dan mempercepat layanan yang berada depan kantor Disnakkan.

Suprawoto menyampaikan, ternak telah jadi industri yang luar biasa. Ada seribu peternak di Magetan, hal ini memberikan kontribusi yang luar biasa baik dari penyerapan tenaga kerja maupun meningkatkan taraf hidup masyarakat. Khusus kepada ASN Suprawoto menghimbau, untuk bersedekah 1 kg telur untuk warga yang kurang mampu atau yang sedang terkonfirm Covid- 19.

“Hari ini kita kampanyekan membeli telur sekaligus bersedekah telur. Karena di tengah pandemi ini kita harus menjaga imun dan berbagi untuk semua,” pungkas Kang Woto. [fiq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar