Ekbis

Pemkab Lamongan Seriusi Industri Maritim

Dari kiri ke kanan : M. Faiz Junaedi SP. MP, Kepala Bappeda Pemkab Lamongan (baju batik), Muhammad Idi (BKI Surabaya) (baju putih), Romeo Hasan Basri (Commercial Head PT. Dok Pantai Lamongan); Bp. Muhammad Azis (Muhammad Aziz, Ketua Bidang Kerjasama dan Promosi IPERINDO, Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia)

Lamongan – Keinginan untuk menjadikan pusat industri maritim baru di Jawa Timur tampaknya kian terbuka. Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Lamongan dalam mengembangkan industri maritim di wilayahnya. Tak hanya fokus pada sarana infrastruktur saja, melainkan juga upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan.

Demikian hal ini disampaikan Kepala Bappeda Pemkab Lamongan, M. Faiz Junaedi SP.MP di sela-sela acara peluncuran kapal tongkang Maritim Perkasa 3031 yang diproduksi PT Dok Pantai Lamongan di Kemantren, Lamongan.

“Lamongan saat ini sudah menjadi salah satu pusat industri maritim di Indonesia, dan kita berharap industri yang ada ini bisa semakin berkembang,” kata Faiz di depan media, Selasa (7/1/2020).

Menurutnya upaya yang dilakukan Pemkab Lamongan, sudah dilakukan secara komprehensif.
Mulai dari kemudahan proses perijinan investasi di lingkup Pemkab Lamongan, terlebih saat ini sudah mulai diberlakukan OSS. Hingga upaya meminta dukungan dari pemerintah pusat, baik itu dukungan dalam bentuk kebijakan, serta bantuan infrastruktur.

Faiz menambahkan, upaya menjadikan Lamongan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk industri maritim sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Dan ini dibuktikan dengan Pemkab Lamongan sudah memberikan kemudahan untuk persiapan membuka kawasan industri baru seluas 900 hektar.

Sementara untuk infrastruktur yang diharapkan, yaitu kemudahan akses jalan bebas hambatan untuk wilayah pantura. Dimana saat ini, pemerintah pusat sedang melakukan mengevaluasi tata ruang nasional, untuk membuka akses tol yang akan menghubungkan Gresik dengan Tuban, dan akan melintasi wilayah Lamongan.

“Untuk alternatifnya apakah dari melalui jalur tengah atau jalur pantura. Saat ini masih dikaji oleh pemerintah pusat. Dan pengelolaannya oleh konsorsium BUMN,” ujar Faiz.

“Kapal yang kami luncurkan hari ini bernama Maritim Perkasa 3032, dengan pengerjaan kapal ini dilakukan selama kurun waktu empat bulan,” kata Romeo Hasan Basri, Commercial Division Head PT. Dok Pantai Lamongan (DPL).

Kapal tongkang Maritim Perkasa 3031 merupakan pesanan dari PT. Marindo Pacific. Dengan spesifikasi panjang (LOA) 91,50m (300 feet), lebar 24,40m (80 feet), tinggi 5,49m (18 feet). Luasan deck load 8 ton/m², serta berbobot mati 8.000 ton. Kapal yang diresmikan ini merupakan satu dari empat kapal yang dipesan oleh PT Marindo Pacific, dan merupakan kapal kedua yang telah diluncurkan.

Di sisi lain, Faiz juga menegaskan bahwa Pemkab Lamongan juga berharap dengan berkembangnya industri maritim juga diikuti dengan perkembangan SDM. Salah satunya bekerjasama dengan Pemprov Jatim untuk mengembangkan SMK Maritim, dan tanah disediakan oleh Pemkab, sementara pengelolaan oleh Pemprov.

Salah satu upaya pengembangan SDM tersebut diantaranya, dengan mengembangkan kerjasama link & match antara sekolah dengan industri. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh PT. Dok Pantai Lamongan dengan SMKN 2 Lamongan. Kerjasama link & match ini sudah berlangsung mulai tahun 2016 hingga tahun 2022 mendatang, dimana periode pertama kerjasama langsung direkrut 10 org siswa.

“Peluncuran kapal ini juga turut menandai kemampuan sumber daya yang dimiliki Jawa Timur dan Lamongan, khususnya potensi sumber daya manusia (tenaga kerja, red.) serta aksesibilitas terhadap material produksi,” kata Romeo.

Ditambahkannya, selain menjalin kerjasama dengan kampus Politeknik Perkapalan ITS. Kami juga membuka program pemagangan nasional hasil kerjasama perusahaan, Disnaker, dan pemerintah desa dengan, dengan merekrut warga desa sekitar.(ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar