Ekbis

Pemkab Kediri Kendalikan Hama Tikus secara Serentak

Kediri (beritajatim.com) – Sejak dua bulan terakhir, petani di Kabupaten Kediri dihadapkan pada persoalan seranga hama tikus, yang mengakibatan sejumlah tanaman seperti padi, tebu, jagung dan cabai mengalami kegagalan tumbuh. Tanaman-tanaman tersebut baru disemai, namun sudah diserang tikus.

Menyikapi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan langsung bergerak cepat dengan memberikan sejumlah pestisida atau racun kepada petani yang terdampak. Sebelum melakukan pembasmian, petugas dari Dipertabun Kabupaten Kediri terlebih dahulu memberikan sosialisasi agar petani paham cara penggunaan racun tikus yang benar.

Hal ini seperti yang dilakukan petani di Dusun Sobo, Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Di area ini, dari 12 hektar lahan pertanian, 2 hektar diantaranya terdampak serangan hama tikus. Petani telah melakukan upaya pengendalian dengan memasang jebakan hingga menebar racun tikus.

“Serangan hama ini, karena terjadi ledakan populasi tikus, yang disebabkan oleh tidak seimbangnya ekosistem, sebab predator tikus telah berkurang,” kata Tri Retnani Yeni Astuti, Kabid Pengelolahan Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri.

Tidak hanya lahan padi, tikus telah meyerang lahan tebu, jagung, cabai dan tanaman lainya. Hingga saat ini, tercatat 410 hektar lahan pertanian dilaporkan terdampak serangan tikus yang tersebar di 19 kecamatan, dari 26 Kecamatan di Kabupaten kediri.

Untuk mencegah dampak serangan hama tikus, secara serentak petani di Kabupaten Kediri melakukan upaya pengendalian hama tikus, dengan memasang jebakan hingga penaburan racun tikus di lahan mereka yang diperoleh dari bantuan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Tidak hanya hama tikus, serangan hama ulat grayak juga menyerang 155 hektar tanaman jagung dan padi milik petani di Kabupaten Kediri. Diharapkan melalui gerakan serentak tersebut dalam menekan serangan tikus, sehingga petani bisa menuai hasil produksi yang memuaskan. [adv kominfo/nm]





Apa Reaksi Anda?

Komentar