Ekbis

Pemkab Bojonegoro Upayakan Pedagang Kecil Tak Terjerat Rentenir

Foto ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah menyiapkan dana pinjaman sebesar Rp 20 miliar melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk para pedagang yang terdampak Virus Corona atau Covid-19.

Program bantuan permodalan ultra mikro dari BPR Bojonegoro bekerja sama dengan Dinas Perdagangan tersebut diberikan kepada pedagang dengan bunga 0,25 persen per bulan. Sehingga diharapkan pedagang tidak terjerat oknum rentenir.

Direktur PD BPR Bojonegoro Sutarmini mengatakan, beberapa kriteria pedagang yang bisa mendapat bantuan permodalan yakni pedagang yang berjualan di pasar daerah dan pasar desa, usaha mikro dan ultra mikro yang mempunyai pinjaman di bank, koperasi dan rentenir.

“Pinjaman tersebut nanti akan diverifikasi oleh BPR lalu di-take over ke PD BPR dengan bunga 0,25% per bulan. Kami sudah melakukan pendataan di 11 Pasar Daerah dan 78 pasar Desa,” ujarnya, Sabtu (9/5/2020).

Dia menambahkan, anggaran program stimulan ultra mikro yang disiapkan sebesar Rp 20 Miliar. Besaran pinjaman maksimal Rp 2,5 juta per orang atau pedagang. “Pinjaman ini tanpa anggunan. Karena itu dari hasil pendataan akan kita verifikasi lebih dulu,” tambahnya.

Ditambahkan, ada delapan tim yang melakukan pendataan dan sosialisasi kepada pedagang. Terdiri dari BPR, Disperindag, pengelola pasar dan Desa. “Diharapkan dengan bantuan ini para pedagang pasar dapat terbantu menyelesaikan masalah ekonominya dan tidak terjerat oleh oknum rentenir,” tandasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Prianto, mengaku akan melakukan pengawasan di lapangan apakah tepat sasaran atau tidak. “Soal itu, kita tinggal melihat pelaksanaan teknis di lapangan. Tepat sasaran atau tidak,” pungkasnya. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar