Ekbis

Pembatasan Akibat Corona, BNI Andalkan Sistem Online Sonic dan Doa

Surabaya (beritajatim.com) – Hampir dapat dipastikan saat pemerintah memutuskan lockdown karena semakin merebaknya virus corona (covid-19), maka layanan bank adalah salah satu tempat yang paling terakhir akan ditutup.

Menyadari urgennya peranan mereka dalam penentu geliat ekonomi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Wilayah Surabaya menerapkan sistem pencegahan berlapis untuk melindungi karyawan dan nasabahnya agar tak tertular virus corona.

Lapis pertama adalah dengan memberlakukan sistem antisipasi manual, yakni semua karyawan dan nasabah yang datang ke kantor cabang maupun outlet layanan BNI harus mencuci tangan yang telah disediakan. Pengukuran suhu tubuh pun dilakukan, jika ada nasabah yang suhu tubuhnya tinggi, diminta pulang dan melakukan transaksi saat sudah sembuh.

Bagi nasabah baru yang hendak membuka rekening baru disarankan untuk menggunakan BNI layanan digital melalui Sonic (Self Service Opening Account) dan Doa (Digital Opening Account). Sedangkan nasabah bisa mengoptimalkan layanan digitalnya BNI Mobile Banking, BNI Internet Banking, BNI SMS Banking hingga ATM BNI.

“Saat ini jumlah nasabah yang bertransaksi di outlet sudah turun 10% dan berimbas kenaikan jumlah user dan jumlah transaksi e-channel BNI di Wilayah Surabaya meningkat 9% di periode Pebruari hingga Maret 2020, kami berharap rencana switching transaksi dari konvensional ke layanan e –channel ini dapat terus bertambah agar tujuan menjaga social/physical distancing guna memutus mata rantai penyeberan virus COVID 19 dapat terjaga,” beber Head of Network and Services BNI Wilayah Surabaya, Anak Agung Gede Putra

Adanya pertumbuhan e-channel yang cukup besar serta perlu adanya pembatasan agar covid-19 bisa dicegah penularannya, BNI wilayah Surabaya pun sudah menutup layanan di 54 outlet layanannya dan kini tinggal 98 outlet yang tetap melayani nasabah secara offline. Jika pemerintah akhirnya memutuskan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti di Jakarta, maka BNI Wilayah Surabaya hanya akan membuka 1 outlet di setiap kota muapun kabupaten di wilayah kerja mereka.

“Adanya e-channel ini juga membuat layanan di meja teller juga menuru 50 persen. Yang biasanya setiap teller melayani 100 – 150 transaksi setiap hari, kini tinggal 50 transaksi saja setiap harinya,” tutur Anak Agung Gede Putra.

Sementara itu, BNI juga menetapkan tiga penyesuaian sistem kerja yaitu Split Operation, Shift Operations dan Work From Home. Split dan Shift Operation diberlakukan untuk fungsi yang terkait dengan operasional utama dan layanan perbankan. Sementara itu, posisi lainnya diterapkan sistem Work From Home atau bekerja dari rumah.

Sistem Work From Home diterapkan pada daerah atau outlet-outlet yang ditetapkan sebagai daerah dengan kondisi risiko tinggi. Langkah ini diharapkan dapat menekan penyebaran Covid-19 di pusat-pusat penyebarannya, termasuk di luar Kota Surabaya yang menjadi supervisi BNI Wilayah Surabaya yaitu Sidoarjo, Mojokerto, Bojonegoro, Jombang, Tuban, Gresik,Pamekasan dan Sumenep.

“Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong, dan bersatu padu, gotong-royong, kita ingin ini menjadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah COVID-19 ini bisa tertangani dengan maksimal,” tandasnya. [rea/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar