Iklan Banner Sukun
Ekbis

Peluang Sapi Perah Tinggi, Lamongan Justru Lebih Pilih Sapi Pedaging

Kasi Pembibitan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Raolan, saat di ruang kerjanya, Senin (10/1/2022).

Lamongan (beritajatim.com) – Peluang susu sapi perah di Jawa Timur masih cukup tinggi. Hal itu dibuktikan dengan kebutuhan susu sapi yang mencapai hingga 2 ribu ton. Meski begitu, peternak sapi di Lamongan lebih memilih beternak sapi pedaging.

Kasi Pembibitan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Raolan mengungkapkan, sebelumnya di Lamongan juga pernah dilakukan berternak sapi perah, namun hasil produksinya dinilai kurang maksimal.

“Bukan berarti kita tidak minat untuk mengisi peluang kebutuhan susu sapi di Jawa Timur, tapi karena terhalang oleh kondisi dan lingkungan yang kurang mendukung, di antaranya kondisi suhu,” ungkap Raolan kepada wartawan, Senin (10/1/2022).

Raolan menyebutkan, ternak sapi perah yang sempat dilakukan tersebut di antaranya 5 ekor sapi di dusun Kucur, Sidomukti Lamongan, 15 ekor sapi di Kecamatan Mantup, dan 6 ekor sapi di Kecamatan Sukorame.

Dengan hasil produksinya yang tak maksimal, ujar Raolan, ternak sapi perah tak bertahan lama. “Sehingga, peternak sapi Lamongan tidak ada yang tertarik dan lebih memilih kepada sapi pedaging,” sambungnya.

Lebih lanjut, Raolan menjelaskan, kurang minatnya para peternak di Lamongan untuk menggeluti ternak sapi perah itu juga disebabkan oleh kondisi iklim dan cuaca di Lamongan yang kurang mendukung perkembangan sapi perah.

Tak cukup itu, Raolan juga menjelaskan, dari segi efisiensinya pun Lamongan masih kalah, dikarenakan jika dilihat dari sisi keunggulan komparatifnya, Lamongan kalah dengan daerah beriklim dingin, sehingga dari keunggulan kompetitifnya juga kalah.

“Di satu sisi peluang pasar memang ada. Tetapi, kita harus menyadari bahwa untuk iklim di Lamongan cenderung panas. Sehingga, untuk produksi susu sapi perah kita kalah dibanding daerah yang lebih dingin,” kata Raolan.

Sebagai informasi, dari kebutuhan susu sapi perah di Jawa Timur yang mencapai 2 ribu ton susu, peternak sapi lokal Jawa Timur baru mampu memenuhi sekitar 1.400 ton. Sehingga, sisa kebutuhan untuk 600 ton susu sapi itu masih dipenuhi dari produk impor. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar