Ekbis

Pelindo III Rela Revenue Turun Demi Transhipment

Surabaya (beritajatim.com) – PT Pelindo III mulai besok, Selasa (15/1/2019) akan memberlakukan tarif khusus untuk handling (penanganan) transhipment peti kemas domestik antarterminal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Tarif yang akan dikenakan 35 persen lebih murah dibandingkan tarif Transhipment selama ini.

Salah satu contohnya jika untuk petikemas 20 Teus biaya bongkar dan muat saat transit sekitar Rp 1,4 jutaan maka kini tinggal Rp 925 ribu. Harga yang lebih murah ini tentunya akan menurunkan revenue atau pendapatan Pelindo III kedepan.

Hal ini pun diakui oleh Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung, yang membenarkan jika kedepan dari jasa handlingnya petikemas yang transit akan terjadi penurunan pendapatan tetapi Doso mengaku tidak cemas karena pihaknya sudah menyiapkan sejumlah pemasukan baru lainnya yang bisa menutupi penurunan revenue Pelindo III selama 2019 ini. Salah satunya dengan menjadi penyalur gas di pelabuhan Teluk Lamong yang sudah bekerjasama dengan PT PGN.

“Jika dibilang revenue akan turun dengan kebijakan baru ini pasti memang turun. Dan kami menghitung akan terjadi penurunan revenue hingga 10 persen, tetapi dampaknya bagi perputaran ekonomi untuk Indonesia Timur dan Indonesia pada umumnya akan jauh lebih besar yakni perputaran barang melalui laut akan naik 30 persen hingga 2 tahun ke depan,” beber Doso.

Doso mengaku sebagai perusahaan BUMN mereka harus mau mengambil resiko menurunnya revenue. Namun efek domino yang besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia menanti. Dengan adanya Tanjung Perak sebagai transhipment maka biaya pelayaran bisa ditekan hingga 20 persen dan harga barang pun akan terkerek turun.

“Jadi disparitas harga di wilayah terpencil tak terlalu besar dan ekonomi bisa lebih baik lagi,” harapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan Hanafi, yang menyambut baik kebijakan Tanjung Perak sebagai pelabuhan transhipment. Hal ini akan membuat pengusaha semakin bergairah lagi karena Tanjung Perak menjadi pelabuhan yang lebih kompetitif lagi secara cost layanan.

“Saat ini di Indonesia biaya logistik yang paling kompetitif adalah Tanjung Priok dan Tanjung Perak dan setiap kebijakan ini harus dikawal penerapannya dilapangan agar benar-benar dirasakan dampaknya bagi perekonomian nasional,” tandasnya. [rea/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar