Ekbis

Pelindo III Bangun Kawasan Berintegritas dengan Sistem Cashless

Surabaya (beritajatim.com) – Pelindo III menyambut positif deklarasi pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak.

Direktur SDM Pelindo III Toto Heli Yanto menandatangani deklarasi tersebut pada Kamis (11/7/2019) di Terminal Gapura Surya Nusantara bersama anggota komunitas kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.

Isi deklarasi tersebut yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Mewujudkan unit kerja berpredikat wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani di unit kerja kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Menerapkan sistem manajemen anti suap di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Membangun keterpaduan/sistem pelayanan publik yang terintegrasi dengan mengacu proses bisnis Kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha menyebut kegiatan pembangunan zona integritas di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut merupakan bentuk implementasi dari amanat Peraturan Presiden nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi dan Peraturan Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Instansi Pemerintah.

“Zona Integritas sendiri merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya memiliki komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” jelas Arif Toha.

Mendukung hal tersebut, Direktur SDM Pelindo III Toto Heli Yanto menjelaskan bahwa Pelindo III sebagai BUMN kepelabuhanan telah mengimplementasikan WBK dan WBBM dengan penerapan cashless dalam transaksi di lingkungan Pelindo III.

“Dengan adanya cashless kami dapat meningkatkan keamanan dan efisiensi dalam pengelolaan transaksi serta memberikan kemudahan kepada para pengguna jasa karena mereka tidak perlu antri lagi di loket-loket pembayaran serta tentunya dapat mencegah terjadinya pungutan liar,” imbuhnya.

Pelindo III bersama Pelindo I, II dan IV juga telah mengembangkan integrated billing system (IBS) yang dapat mengintegrasikan pembayaran jasa pelabuhan secara nasional. Pelindo III sudah menerapkan single IBS terlebih dahulu dengan jenis layanan e-registration, e-booking, e-tracking, e-payment, e-invoice dan e-billing.

“Layanan tersebut telah menjangkau seluruh tahap layanan yang dibutuhkan pengguna jasa dalam satu portal digital.
Standarisasi pelayanan senantiasa akan terus kami perbaiki karena standarisasi mampu membuat proses bisnis berjalan lebih praktis sehingga dapat tercapai secara efektif dan efisien yang nantinya akan berimbas untuk menekan biaya logistik nasional,” pungkasnya.

Lebih lanjut Toto menjelaskan bahwa membangun unit kerja pelayanan yang berpredikat WBK/WBBM tentunya bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan komitmen dan tekad yang kuat secara menyeluruh mulai dari pimpinan beserta jajarannya harus dipastikan sudah melakukan berbagai perbaikan internal organisasi secara nyata, sistematis, dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.[rea/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar