Ekbis

Pelajar Banyuwangi Penggerak Ekonomi Kreatif

Banyuwangi (beritajatim.com) – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bustanul Falah Kecamatan Genteng memiliki galeri batik bernama Griya Batiq. Di griya ini menjual batik khas Banyuwangi, mulai batik tulis, semi tulis, udeng Banyuwangi, busana batik pria dan wanita, dengan brand Bufas yang merupakan buatan pelajar SMK.

Griya Batiq yang belum lama berdiri itu diresmikan oleh Ipuk Fiestiandani Azwar Anas yang merupakan Calon Bupati Banyuwangi mendatang.

“Saya sangat bangga ternyata anak-anak SMK mampu membuat batik dengan kualitas yang tidak kalah dengan mereka yang telah memiliki pengalaman,” kata Ipuk.

Ipuk tampak melihat langsung para siswa melakukan proses pembuatan batik. Mulai dari proses menulis, canting, pewarnaan, menjahit, hingga menjadi kain dan busana batik yang seluruh prosesnya dilakukan oleh pelajar SMK Bufa.

“Salut untuk mereka yang sangat produktif. Satu hari bisa memproduksi puluhan batik bahkan lebih. Anak-anak muda ini adalah penggerak ekonomi kreatif,” kata Ipuk.

Di kesempatan yang sama Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Banyuwangi tersebut juga memberikan motivasi kepada para pelajar SMK yang menggelar Pelatihan Marketing dan Branding Produk.
Dalam pelatihan itu, Ipuk memberikan kiat-kiat menjadi pengusaha.

“Menjadi pengusaha itu yang terpenting adalah niat yang kuat dan pantang menyerah. Jangan pernah takut salah, karena dari kesalahan itu membuat kita belajar,” katanya.

Selain pantang menyerah, Ipuk juga mengajak para peserta untuk meningkatkan daya jual produknya dengan melakukan kreasi dan inovasi. Kreasi bisa dilakukan dengan membuat satu bahan baku menjadi beberapa produk.

Inovasi bisa dilakukan untuk melakukan lompatan penjualan misalnya dengan berkolaborasi dengan pihak lain untuk pemasaran.

“Untuk bisa berkreasi dan berinovasi, seorang wirausaha harus mau terus belajar. Menimba ilmu dan pengalaman dari orang-orang sudah lebih dulu sukses, yang sudah jalan bisnisnya,” pesan Ipuk.

Ipuk mengatakan selama ini Banyuwangi telah memberikan memberikan perhatian khusus pada perkembangan batik karya desainer lokal dan SMK, dengan berbagai pelatihan dan pendampingan dari desainer ternama nasional. Sebut saja sejumlah perancang busana ternama antara lain Ali Charisma, Yunita Kosasih, Alphiana Chandrayani, Alben, Agus Suhandar, Ye-eti dan Farhan.

Karya-karya desainer pelajar SMK bahkan turut ditampilkan di pagelaran Banyuwangi Batik Festival (BBF).

“Pada perhelatan BBF karya-karya desainer daerah berhasil mencuri perhatian para pengunjung. Banyak yang tidak menyangka desainer lokal, bahkan siswa SMK, bisa menyuguhkan rancangan busana batik yang tak kalah menarik,” kata Ipuk.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bustanul Falah, Kholilur Rohman, mengatakan selama ini Pemkab Banyuwangi telah banyak memberikan perhatian pada SMK.

Bahkan, hasil karya SMK ini banyak yang dilirik oleh daerah lain. Seperti Bojonegoro, Lamongan, Tuban, dan daerah lainnya.

“Saat ini saja kami mendapat permintaan 1500 batik dari Lamongan. Mereka meminta desain khusus dan yang mengerjakan adalah para pelajar di sini,” katanya. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar