Ekbis

Pelabuhan TUKS Percepat Distribusi Pupuk Antar Pulau 

Gresik (beritajatim.com) – Keberadaan Pelabuhan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) sangat membantu pendistribusian barang melalui laut. Seperti yang dilakukan BUMN Petrokimia Gresik. Perusahaan yang ber-home based di Gresik, Jawa Timur, itu memanfaatkan TUKS guna mendorong percepatan distribusi pupuk antar pulau di tanah air.

Anak usaha Pupuk Indonesia ini mengawali tahun 2023 menerapkan konsep ‘Green Port’ atau pelabuhan hijau pada TUKS. Penerapan itu karena berdasarkan assement Kementrian Bidang Kemaritiman dan Investasi masuk kategori yang terbaik.

“Kami mengakselerasi penerapan Green Port di TUKS guna mendorong kelancaran operasional bisnis termasuk distribusi pupuk bersubsidi ke berbagai daerah di Indonesia,” ujar Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo, Selasa (3/01/2023).

Konsep Green Port merupakan upaya peningkatan pengelolaan energi yang efisien di pelabuhan. Beberapa implementasi yang telah dilakukan diantaranya pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk gedung dan perkantoran. Penggunaan sepeda motor listrik, mengganti lampu penerangan konvensional dengan LED, penerapan green building, penyediaan shore connection untuk supply energi kapal, serta pemanfaatan CCTV pada Digital Port Supervising (Aplikasi Petroport).

“Ada penghematan biaya operasional pada akhirnya akan berpengaruh pada harga produk, sehingga langkah ini juga menjadi upaya memberikan perlindungan bagi konsumen melalui produk berdaya saing,” ungkap Dwi Satryo.

Selain efisiensi sumber energi kata dia, konsep Green Port juga diimplementasikan melalui peningkatan kualitas kebersihan daratan dan perairan kolam daerah lingkungan kerja. Termasuk juga meminimalisasi pencemaran limbah cair, sampah domestik dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Hal yang sama pada kualitas udara dijaga dengan mengurangi kebisingan, emisi gas karbon, dan emisi gas rumah kaca.

Dengan demikian penerapan Green Port juga telah mampu melindungi lingkungan sekitar perusahaan agar tidak tercemar oleh proses kepelabuhanan, sehingga dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan melalui pemanfaatan sumber daya alam.

“Green Port sudah menjadi salah satu instrumen dalam meningkatkan daya saing usaha. Apalagi kami mendapatkan amanah penyaluran pupuk bersubsidi untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” pungkas Dwi Satryo. [dny/but]

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar