Ekbis

Pelabuhan Gresik Gelar Simulasi Penanganan Pencemaran Lingkungan

Gresik (beritajatim.com) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pelabuhan Gresik, menggelar simulasi penanganan pencemaran lingkungan. Selain menangani lingkungan, otoritas pelabuhan setempat juga menggelar pengamanan fasilitas dengan standar internasional, atau lebih dikenal dengan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa, tim keamanan di semua fasilitas pelabuhan di wilayah Pelabuhan Gresik selalu dalam kondisi siap-siaga dalam menghadapi kemungkinan gangguan keamanan.

Kepala KSOP Gresik, Totok Mukarto menuturkan, gangguan keamanan bisa terjadi kapan saja, dalam situasi apapun. Sehingga, tim keamanan fasilitas pelabuhan harus dalam kondisi siap siaga.

“Di masa pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang mengatur ulang jam kerja karyawan. Bahkan, ada perusahaan yang terpaksa melakukan PHK beberapa karyawannya. Untuk itu, meningkatnya kejadian kejahatan juga penanggungjawab implementasi ISPS Code wilayah Pelabuhan Gresik,” tuturnya, Rabu (26/08/2020).

Ia menambahkan, sebelum simulasi digelar. Semua tim Port Facility Security Officer (PFSO) harus paham tata cara pengamanan tersebut yang merupakan implementasi dari ISPS Code. “Dalam simulasi ini, kami juga melibatkan komite keamanan pelabuhan yang unsur-unsurnya dari KSOP, TNI AL, TNI AD, Polair ,Polsek Kawasan Pelabuhan, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, serta kantor Kesehatan,” imbuhnya.

Adapun skenario dari simulasi ini, dipicu adanya pencemaran perairan yang diakibatkan oleh kebocoran sarana fasilitas (Sarfas) pipa pelumas di PT Pertamina Bitumen Plant Gresik.

Kebocaran pipa tersebut, akhirnya meluber hingga ke laut di perairan wilayah Pelabuhan Gresik. Dalam hitungan detik mengakibatkan pencemaran laut dalam wilayah Tier 1 dan berpotensi mengganggu keluar masuknya kapal yang melakukan kegiatan di Pelabuhan Gresik.

Pencemaran lingkungan ini juga mengakibatkan terjadi gangguan keamanan berupa sekelompok massa yang akan berusaha masuk untuk protes terkait adanya pencemaran tersebut. Namun, dalam kondisi siap siaga pencemaran lingkungan itu, bisa diminimalisir berkat kecakapan tim PFSO. Sehingga, pencemaran di laut tidak meluas. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar