Ekbis

Pasar Tradisional Banjarejo Diharapkan Jadi Penopang Ekonomi Rakyat

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pembangunan Pasar Daerah Unit Banjarejo I Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro telah usai setelah lima bulan pengerjaan dengan anggaran Rp47 miliar. Pembukaan pasar tradisional tersebut diresmikan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Kamis (7/1/2021).

Bupati Bojonegoro mengatakan, pembangunan pasar tradisional tersebut merupakan bentuk mendukung program nasional dalam revitalisasi pasar rakyat sebagai upaya mengangkat citra dan merawat eksistensi pasar. Tujuannya, agar memiliki daya saing dan mampu bertahan dalam era persaingan bebas.

“Harmonisasi antara strategi dan implementasi program ini pun terus diperkuat untuk lebih mengoptimalkan kinerja pasar bagi perekonomian rakyat,” ujarnya.

Dalam waktu pengerjaan selama lima bulan, pasar tradisional unit Banjarejo itu lebih bernuansa modern. Dengan 797 kios yang dibagi di dua lantai. Pada lantai bawah sebanyak 693 kios dan lantai atas 104 kios.

“Tak hanya itu, nantinya ada fasilitas pendukung lainnya seperti foodcourt (area makan) dan arena bermain untuk anak, serta ramah untuk difabel,” jelasnya.

Salah satu pedagang Pasar Banjarjo Siswati berharap dengan adanya revitalisasi pasar tradisional ini bisa menarik pembeli. “Yang terpenting, semoga tambah ramai pengunjung,” ucap Siswati pedagang sembako.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro Sukaemi menjelaskan, usai peresmian, pelaksanaan awal yang akan dilakukan yakni, sosialisasi terkait pengundian tempat, serta sesuai dengan perjanjian kios yang sudah disewa. “Pasar tidak boleh dijadikan gudang atau disewakan kepada pedagang lain,” terangnya.

Sekadar diketahui, dalam peresmian ini, Bupati didampingi oleh Ketua DPRD, Dandim 0813, Kapolres Bojonegoro yang diwakili oleh Kapolsek Kota, dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi Dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro. [lus/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar