Ekbis

Pasar Lanang Buka Opsi Diubah Jadi Sentra Kuliner atau Mal Pelayanan Publik

Pasar lanang yang kondisinya sepi pembeli.(foto: Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kelak jika pembangunan pasar legi sudah selesai, pasar tersebut akan digunakan oleh oedagang dari beberapa pasar yang ada di Ponorogo kota. Selain pedagang dari pasar legi sendiri, yang saat ini di tempatkan di lahan eks RSUD. Penghuni pasar yang rencananya 4 lantai tersebut juga dari pedagang pasar eks Pengadilan, eks Stasiun dan pedagang di pasar Legi Selatan (pasar Lanang).

Nantinya pasar Lanang tersebut akan dialih fungsikan. Wacananya antara dibangun sentra kuliner atau mal pelayanan publik (MPL). Dulu, pasar lanang ini merupakan jujukan masyarakat yang ingin membeli pakaian. Namun seiring berjalannya waktu, pasar itu mulai ditinggalkan. Kemungkinan disebabkan mulai menjamurnya toko-toko pakaian di bumi reyog.

“Rencananya pedagang pasar lanang ini akan ikut direlokasi ke pasar legi,” kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Jumat (6/3/2020).

Setelah itu, ada wacana pasar Lanang itu akan dibuat setra kuliner seperti Paris van Java di Bandung. Namun, kata Ipong pihaknya diingatkan kalau Ponorogo itu panas, jadi suasananya pun akan beda, jika dibandingkan dengan Bandung yang dingin.

Maka dari itu kemungkinan pemanfaatan lokasi pasar Lanang ini, nantinya akan dibuat MPP. Opsi itu dipilih, sebagai bentuk peningkatan mutu dan efektivitas layanan publik di Ponorogo. Sebab, lanjut Ipong akan lebih baik jika sebagian besar layanan publik dijadikan satu atap.

“Dua opsi tersebut akan diputuskan sebelum tahun 2021, supaya pada tahun itu ide tersebut, bisa direalisasikan dalam bentuk detail engineering design (DED),” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar