Ekbis

Pasar Kota Bojonegoro Mulai Dibuka, Ada Aturan Baru Bagi Pedagang

Suasana Pasar Kota Bojonegoro sore tadi.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pasar Tradisional Kota Bojonegoro mulai dibuka kembali. Setelah rencana sebelumnya akan ditutup selama satu pekan. Penutupan pasar dilakukan setelah ditemukan satu orang pedagang terkonfirmasi positif Virus Corona atau Covid-19.

Penutupan pasar kota dilakukan sejak 9 Mei 2020, seharusnya mulai dibuka kembali pada 15 Mei 2020. Namun, hari ini para pedagang sudah mulai beroperasi kembali. Selama penutupan pasar, petugas melakukan sterilisasi menggunakan cairan disinfektan secara keseluruhan.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro Sukaemi mengatakan, selama pasar dibuka ada aturan baru bagi para pedagang yang harus ditaati. Sehingga mata rantai penyebaran Virus Corona di lingkungan pasar bisa diputus. “Iya hari ini sudah dibuka kembali, dengan aturan baru,” jelasnya.

Aturan yang dimaksud adalah setiap pedagang yang berjualan di pasar harus memegang Kartu Identitas Pedagang. Kartu ini memiliki beberapa fungsi diantaranya, sebagai tanda masuk pedagang di kawasan pasar, untuk tanda parkir, dan menduduki lapak yang telah diundi.

“Pembagian dan pengundian kartu identitas pedagang ini sudah dilakukan dua hari lalu. Pedagang yang tidak punya kartu tersebut tidak bisa berjualan di pasar,” tegasnya.

Sementara diketahui, jumlah pemegang Kartu Identitas Pedagang di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro seharusnya sebanyak 532 pedagang. Namun, hingga saat ini belum semua pedagang mengambil kartu tersebut. “Baru 506 pedagang yang sudah mempunyai kartu tersebut,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, hasil Swab yang dilakukan terhadap 75 pedagang di pasar kota sebanyak 70 yang sudah turun. Hasilnya tujuh orang pedagang sayur dinyatakan positif Covid-19. Mereka kini menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) yang ada di Bojonegoro. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar