Ekbis

Pandemi, Jumlah Pedagang Hewan Kurban di Kediri Menurun

Kediri (beritajatim.com) – Jumlah pedagang hewan kurban di Kota Kediri mengalami penurunan drastis pada momentum menjelang Hari Raya Idul Adha 2020. Hal Ini diketahui setelah Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri melakukan inspeksi mendadak.

Sidak berlangsung diwilayah Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Petugas memeriksan hewan kambing dan sapi di pasar hewan serta pedagang dadakan di tepi jalan.

Drh. Pujiono, selaku Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat (Keswan Kesmavet) DKPP Kota Kediri mengaku, penurunan populasi hewan kurban sekitar 50 persen.

“Sampai saat ini mau menjelang hari H, baru ditemukan dua titik pedagang hewan kurban. Satu titik sudah ada isinya. Sementara 1 lainya masih kosong. Jumlah penjualnya diperkirakan menurun 50 persen. Padahal tahun sebelumnya ada 16 titik,” ujar Drh. Pujiono.

Penurunan jumlah pedagang hewan kurban ini dari jenis kambing. Sementara untuk jenis sapi masih sama seperti tahun lalu.

Adapun faktor yang melatar belakangi turunya jumlah populasi pedagang hewan tersebut disebabkan oleh pandemi Covid-19. Tidak hanya itu, ada juga salah satu panitia kurban yang terpaksa mentiadakan kegiatan pelaksanaan penyembelihan tahun ini.

“Sudah ingin kurban. Sudah ada hewan kurban dan sudah ada uangnya. Tapi panitia kurban tidak berani melaksanakan. Ini juga ada fenomena seperti itu. Perlu antisipasi, tetap kurban tapi tahun depan,” tambahnya.

Selain melakukan pemantauan terhadap keberadaan sejumlah pedagang hewan kurban, DKPP juga telah berkordinasi dengan tempat pemotongan hewan (RPH). “RPH fasilitasnya sudah lengkap, tempatnya nyaman airnya bersih. Ada tempat pembuangan kotoran juga. Hanya menyediakan tempat itu, restribusnya Rp 50 ribu,” tutupnya. [nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar