Iklan Banner Sukun
Ekbis

Pandemi, Hampers Kesehatan Diminati

Djowinta Dwi Legita saat merangkai dan membungkus pesanan hampers kesehatan untuk dukung pasien isoman di kediamannya Desa Sidorejo, Wungu, Madiun, Jumat (30/7/2021) (foto: Fatihah Ibnu Fiqri)

Madiun (beritajatim.com) – Jajaran buah segar, susu kaleng, dan suplemen vitamin tertata rapi dalam sebuah keranjang. Tangan lentik Djowinta Dwi Legita (35) lihai merangkai buah, susu, dan vitamin di dalam keranjang tersebut. Setelah tertata rapi, wanita yang akrab disapa Jojo itu lantas mengambil gulungan plastik wrap dan membungkus rapi hampers tersebut.

Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun itu mulai kebajiran pesanan hampers yang berisi paket untuk menunjang kesehatan sejak pertangan 2020. Kini, hampir tiap hari, Jojo mendapatkan pesanan.

“Berawal dari membuatkan teman. Dia ingin kasih bingkisan untuk rekan kantor yang isolasi mandiri. Minimal harga total dari isi bingkisan Rp 150 ribu. Isi bisa disesuaikan request. Itu sudah gratis ongkos kirim di wilayah Madiun Kota,” kata Jojo, Jumat (30/7/2021).

Sebelumnya Jojo hanya berbisnis wedding organizer, seserahan pernikahan, dekor, dan mahar sejak 2015 lalu. Ketekunannya untuk merangkai benda – benda secara estetik, membuat rekan – rekannya mempercayakan untuk membuat bingkisan. Hingga dia memanfaatkan keahliannya untuk mulai bikin bingkisan kesehatan.

“Karena sekarang penderita Covid-19 harus dapat support. Banyak yang memilih untuk memberikan bingkisan untuk rekan isoman. Dan orderan ramai sejak pertengahan tanun. Setidaknya ada lima pesanan yang saya garap tiap harinya,” kata Jojo.

Ibu satu anak itu justru mendapatkan pesanan dari berbagai daerah. Bahkan dari kota – kota besar termasuk ibu kota Jakarta. Sementara, kiriman ditujukan pada keluarga mereka yang berada di wilayah Madiun Kota dan sekitarnya. “Untuk pengiriman paling jauh di wilayah Magetan. Yakni Kecamatan Lembeyan. Ongkos kirim memang agak mahal, tapi banyak peminatnya,” katanya.

Untuk pengirimannya dirinya meminta jasa kurir. Jika pesanan masih memungkinkan diantarkan menggunakan kendaraan roda dua. Jika cukup banyak untuk dikirim di satu alamat maka dirinya mengantarkan sendiri menggunakan pikap. “Karena ini kan terbatas untuk wilayah Madiun dan sekitarnya. Kalau agak jauh nanti berat di ongkirnya,” katanya.

Meski begitu, pesanan lain yakni mahar dan seserahan masih tetap ramai. Hanya dekor dan WO sementara sepi karena adanya larangan hajatan. Selebihnya, banyak pesanan bingkisan untuk para warga yang isoman. “Meski begitu saya tetap berharap pandemi segera berakhir,” katanya. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar