Ekbis

Pandemi Covid, Usaha MICE Perlu Dukungan Pemerintah

Surabaya (beritajatim.com) –  Banyak sektor industri yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Termasuk industri Hotel pada sektor meetings, incentives, conference, exhibition (MICE). Pelaku usaha pada segment penyedia jasa pelayanan ruang rapat dan pertemuan ini terpaksa harus merasakan posisi minus selama pandemi. Bahkan mereka banyak yang tak bisa berjalan dalam menghadapi pandemi ini.

Seperti gedung pernikahan, akibat kondisi pandemi pernikahanpun jarang digelar secara besar-besaran. Sehingga, posisi ini pun membuat perhotelan, penyewa gedung dan juga even organiser pun tertekan.

“Perlu ada trobosan buat kami para pengusaha persewaan gedung. Sebab, jika kondisi seperti ini terus, maka pengusaha MICE seperti kita bukan tidak mungkin akan mati. Suport sangat kami butuhkan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dan kota,” jelas Natanel pengusaha gedung pernikahan di Surabaya, Sabtu (12/12/2020).

Dalam rangka mendukung pelaku usaha pada industri MICE tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, resmi menyelanggarakan Forum Komunikasi Strategi Pemasaran Pariwisata (FKSPP) Jatim. Acara ini terfokus khususnya pada sektor MICE dan penyelenggaraan Event.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Sinarto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk bersama sama memberikan solusi. Termasuk untuk tetap menggiatkan industri MICE dalam negeri. Oleh karenanya, pada kegiatan Forum komunikasi ini, juga diselenggarakan dengan melibatkan peserta dari perwakilan industri MICE.

“Diantaranya seperti Kadin Jatim, Asperapi DPD Jatim, GIPI, Inaceb Jatim, PHRI, ASITA, Casa Grande, Ivendo Jatim, Backstager Jatim dan yang lainnya, yang mana guna dapat memberikan masukan masukan untuk merumuskan strategi agar industry MICE dapat terus berlangsung,” ujar Sinarto.

Sementara, Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi & Pameran (MICE) Kemenparekraf, Iyung Masruroh mengatakan digelarnya forum Komunikasi ini merupakan bentuk keseriusan kementerian. Terutama dalam memberikan dukungan untjk mendongkrak sektor ekonomi nasional melalui Industri MICE.

Iyung Masruroh menegaskan, bahwa untuk saat ini sendiri, yang jelas semua bentuk kegiatan harus wajib menjalankan protokol Kesehatan dengan perhatian yang sangat khusus. Langkah ini juga bertujuan untuk menekan penyebaran virus di saat pemulihan enokomi.

“Sehingga para penyelenggara juga harus memiliki manajemen tata Kelola jalannya kegiatan. Termasuk dalam meningkan perekonomian maupun menekan penyebaran virus,” ujarnya.

Adapun dalam menghadapi sebuah krisis, dikatakannya, jalan satu satunya yang dapat dijalankan adalah memang harus berkolaborasi dengan semua elemen. Sehingga jika memang satu sektor tertekan tak bisa bergerak, maka kolaborais ini bisa membawa sektor yang mati ini untuk tetap eksis. Meski harus merasakan beratnya kondisi krisis ini.

“Berkaca dari kesemua hal itulah, maka Forum Komunikasi Strategi Pemasaran Pariwisata ini, diharapankan dapat membuat penyelenggaraan MICE di Indonesia khususnya di Jawa Timur, dalam setiap melaksanakan segala kegiatannya dengan tetap penerapkan protokol Kesehatan yang ketat,” tandasnya.(man/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar