Ekbis

Pandemi Covid, Pekerja Migran Indonesia Turun Drastis

Kantor Disnaker Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 yang melanda setahun belakangan ini, juga turut mempengaruhi jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang berangkat maupun pulang dari luar negeri. Dari data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo, tercatat ada angka penurunan yang signifikan.

“Saat pandemi ini jumlah PMI yang berangkat maupun pulang berkurang drastis,” kata Kepala Disnaker Ponorogo, Bedianto, Senin (19/4/2021).

Pada tahun 2020 lalu, tercapat PMI yang berangkat ke luar negeri sebanyak 1.684 orang. Sementara di tahun yang sama, PMI yang pulang ke Indonesia ada 707 orang. Tahun ini, PMI yang berangkat masih 55 orang, sedangkan yang pulang hanya 26 orang. Data di tahun yang mengalami pandemi itu, jauh lebih sedikit jika dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 2019, jumlah PMI berangkat mencapai 5.751 orang. Sementara yang pulang ada 2.445 orang.

“Ponorogo itu salah satu kantong PMI di Jatim, jadi sebelum pandemi orang yang berangkat maupun pulang jumlahnya cukup banyak,” katanya.

Bedianto menyebut di masa pandemi ini sebenarnya setiap hari ada PMI yang harus pulang. Namun, saking sulitnya ke berangkat maupun pulang, ada PMI yang habis kontraknya tidak jadi pulang dan menandatangani kontrak baru. Kalaupun ada yang pulang, harus dengan catatan terbebas dari virus corona.

Sebelum pulang, harus menjalani karantina dulu. Pemulangan PMI pun saat ini terpusat lewat bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Setelah sampai di bandara, PMI juga masih menjalani karantina di wisma atlet. Kemudian baru dipulangkan ke daerah asal PMI tersebut.

“Sampai rumah harus diawasi oleh satgas Covid-19 setempat, sampai mereka betul-betul dinyatakan aman dari corona,” katanya.

Bedianto bersyukur selama pandemi ini, belum ada PMI asal Ponorogo dalam proses pemulangannya terjangkit virus Covid-19. Meski tidak sebanyak dulu, PMI asal Ponorogo yang berangkat ke luar negeri saat pandemi juga masih ada. Namun, Ia menggarisbawahi bahwa yang berangkat itu biasanya merupakan warga yang dulunya sudah pernah bekerja di luarnegeri.

“Istilahnya calling visa bagi eks PMI yang kami layani. Dengan negara tujuan Hongkong dan Taiwan. Namun, akhir-akhir ini juga melayani untuk PMI tujuan Korea Selatan,” katanya.

Besar kemungkinan untuk lebaran tahun ini, juga tidak ada PMI yang pulang ke Indonesia untuk mudik. Sebab, akhir-akhir ini, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah memghimbau para PMI untuk tidak mudik saat lebaran. Kebijakan itu dilakukan untuk menindaklanjuti larangan mudik dari Pemerintah Pusat. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar