Ekbis

Pandemi Covid-19, Pedagang Hewan Kurban di Kota Mojokerto Menjerit

Salah satu lapak penjual hewan kurban di Raya Ijen Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, membuat sejumlah pedagang hewan kurban di Kota Mojokerto menjerit. Selain harga hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha naik, juga turunnya penjualan hewan kurban.

Salah satu penjual hewan kurban, Dwi Purnomo mengatakan, harga kambing naik 20 persen. “Sebelum pandemi kambing yang besar Rp4,5 juta, paling kecil Rp2,5 juta sekarang jadi Rp3 juta sampai Rp5 juta. Tidak ada harga Rp2,5 jitat, ada pun kecil,” ungkapnya, Rabu (14/7/2021).

Masih kata Dwi, para pedagang hewan kurban di Kota Mojokerto berharap pandemi Covid-19 tidak berpengaruh pada penjualan hewan kurban. Meski diaku, dua minggu menggelar lapak baru laku 30 ekor dari 60 ekor kambing yang dijual di lapak miliknya.

“Mudah-mudahan tidak berpengaruh, masih laku separuh dari 60 ekor laku 30 ekor. Biasanya sudah laku 60 ekor, sampai hari H habis 80 ekor sampai 90 ekor. Keluhan naiknya harga hewan kurban dari pembeli jelas ada, tapi masyarakat masih bisa beli,” katanya.

Eko menambahkan, pandemi Covid-19 di tahun 2021 lebih parah dibanding tahun 2020 lalu. Menurutnya, tahun 2020 lalu ia menjual kambing sebanyak 85 ekor dengan waktu berjualan tiga minggu sebelum Hari Raya Idul Adha.

“Lebih parah tahun ini, tahun kemarin habis 85 ekor. Ini seminggu jelang Idul Adha, masih laku 30 ekor. Kalau sebelum pandemi, bisa sampai 100 ekor lebih. Saya jualan di sini, tiga minggu sebelum hari H, kambing-kambing ini dari Trenggalek. Jenis ada Etawa, Jawa dan menggolo,” tegasnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar