Ekbis

Pandemi Covid-19 Melandai, PG Siapkan 194 Mahasiswa Vokasi Siap Kerja

Gresik (beritajatim.com)- Setahun lebih pandemi Covid-19 memporak-porandakan semua sektor termasuk sektor tenaga kerja. Usai dihantam kasus virus corona. Kini kasus tersebut mulai melandai seiring gencarnya vaksinasi. Hal inilah yang dimanfaatkan Petrokimia Gresik (PG), untuk bangkit dengan menyiapkan 194 mahasiswa vokasi yang siap kerja, atau setara diploma 1.

Dirut PG Dwi Satriyo Annurogo menuturkan, lulusan diploma 1 ini ada berbagai jurusan diantaranya jurusan Teknik Kimia Industri, Teknik Perawatan Mesin, serta Pemasaran & Logistik yang telah mendapatkan kurikulum spesifik disesuaikan dengan kebutuhan industri, sehingga setelah lulus diharapkan dapat langsung bekerja. “Mereka akan diproyeksikan menjadi operator ahli apabila memenuhi kualifikasi perusahaan,” tuturnya, Sabtu (10/04/2021).

Program vokasi ini lanjut dia, wujud komitmen PG dalam mengimplementasikan instruksi Presiden RI Joko Widodo tentang revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk meningkatkan kualitas SDM. “Ini kesempatan bagi lulusan SMA/SMK untuk mengikuti program pengembangan pendidikan vokasi industri yang berbasis kompetensi dan link and match,” ujarnya.

Dalam penyelenggarannya kata Dwi Satriyo, perusahaannya bekerjasama dengan Badan Pengembangan SDM Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI melalui Politeknik ATI Makasar dan Politeknik APP Jakarta.

“Sejak tahun 2017 total ada 273 lulusan hingga saat ini. Meskipun untuk angkatan 2020 dijalankan di tengah pandemi Covid-19, namun melalui inovasi teknologi mutakhir, program ini tetap berjalan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kemenperin, Arus Gunawan mengungkapkan, pada tahun 2020 Kemenperin telah membuka sejumlah kelas program setara Diploma 1 dan diikuti oleh 607 peserta di 10 provinsi dan 12 kab/kota.

Dirinya berharap, PG dapat terus menjalankan program ini secara kontinyu untuk menghasilkan SDM yang berkompeten dan relevan dengan industri.

“Kami akan terus mendorong BUMN dan perusahaan industri untuk mengembangkan program ini agar berjalan lebih masif. Sehingga, kurikulum untuk pelajar semakin terarah, dan ke depan lulusannya mampu bersaing di pasar global,” pungkasnya. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar