Ekbis

Pandemi, Bank Jatim Tetap Kantongi Laba

Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah pandemi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau bankjatim masih mampu mengumpulkan keuntungan hingga Rp 1,34 triliun, naik 1,07 persen.

Aset bankjatim tercatat Rp 87,02 triliun atau tumbuh 15,01 % (YoY), sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim mencatatkan pertumbuhan 17,92 % (YoY) yaitu sebesar Rp 73,96 triliun. Di tengah pandemi seperti ini, bankjatim tetap mampu mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp 41,13 triliun atau tumbuh 7,29 % (YoY).

Kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar Rp 6,62 triliun atau tumbuh 11,28 % (YoY) diikuti dengan pertumbuhan kredit korporasi yaitu sebesar 10,30 Triliun atau tumbuh 8,59%

Komposisi rasio keuangan bankjatim periode November 2020 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 18,51 %, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,59 %, dan Return On Asset (ROA) 2,49 %. Sedangkan Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 70,58 %.

Bankjatim juga bersyukur telah dipercaya oleh pemerintah untuk menjadi salah satu BPD yang menerima dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kepercayaan tersebut merupakan peluang dan salah satu instrumen bankjatim yang harus dimaksimalkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan mendorong pemulihan ekonomi di Jawa Timur khususnya di tengah pandemi saat ini.

Secara teknis, mekanisme penyaluran dana PEN tersebut dilakukan dengan 2 (dua) pola yaitu direct loan dan two step loan yang disalurkan pada sektor UMKM, Konsumsi, dan Korporasi. Sejalan dengan itu pula, bankjatim bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersinergi menyalurkan Dana Bergulir (Dagulir) dan Dana PEN.

Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menyampaikan bahwa bankjatim bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, OJK, Bank Indonesia serta Stake Holder sudah melakukan langkah konkrit dalam pemulihan ekonomi dengan menyalurkan Dagulir dan Dana PEN di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Sampai dengan November 2020, bankjatim telah menyalurkan Dana PEN sebesar Rp. 5,62 Triliun dan berhasil mencatatkan pencapaian 140,5 % dari target”, jelas Busrul. Peran bankjatim dalam pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi juga ditunjukkan dengan pemberian restrukturisasi kredit terdampak Covid sebesar 1,82 Triliun, imbuh Busrul.

Bankjatim menjawab tantangan dalam melayani masyarakat khususnya nasabah di tengah pandemi dengan terus menghadirkan inovasi yang sesuai dengan situasi dan kondisi pandemi. Saat ini bankjatim telah memiliki beberapa fasilitas layanan berbasis aplikasi atau layanan tanpa harus datang ke kantor cabang.

Contoh nya bankjatim mobile, fitur aplikasi ini telah diperbaharui sehingga lebih memudahkan nasabah bankjatim dalam bertransaksi keuangan dimapun dan kapanpun anda berada. Bankjatim juga memiliki fasilitas lain seperti e-form kredit, e-kmg yang tidak mengharuskan nasabah datang ke kantor secara langsung, sehingga dengan cukup dirumah saja nasabah dapat menikmati layanan bankjatim.

Busrul menambahkan, transformasi digital bankjatim juga terus digaungkan sebagai bentuk peningkatan layanan kepada masyarakat khususnya nasabah yang selama ini telah memberi kepercayaannya kepada bankjatim. Pengembangan digital banking saat ini wajib dilakukan untuk mendukung bisnis, mengikuti trend atau perkembangan zaman serta memenuhi kebutuhan nasabah.

Bankjatim sendiri telah memiliki strategi pengembangan inovasi layanan digital yang difokuskan pada 3 (tiga) pilar yaitu PEMDA & ASN, UMKM, dan Masyarakat Umum. Tujuan utama dari inovasi layanan digital tersebut tidak lain adalah untuk menghadirkan kenyamanan, kemudahan, serta keamanan dalam bertransaksi.

Bankjatim merupakan bank nya masyarakat Jawa Timur, saat ini komposisi kepemilikan saham mayoritas adalah milik Pemerintah Daerah (Pemda) dengan kepemilikan saham 51,13 % (Pemerintah Provinsi Jawa Timur) dan 28,35 % (Pemda Kota/Kab di Jawa Timur).

Pembagian Dividen Tahunan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah merupakan salah satu komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan demikian, partisipasi masyarakat Jawa Timur dalam menggunakan produk, layanan, serta fasilitas bankjatim menjadi peran penting dalam peningkatan perekonomian. [rea/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar