Iklan Banner Sukun
Ekbis

Pakan Mahal dan Telur Murah, Peternak Terancam Gulung Tikar

Magetan (beritajatim.com) – puluhan peternak ayam petelur di Magetan memastikan hingga lima bulan ke depan mereka akan gulung tikar jika harga telur tetap rendah seperti saat ini. Harga telur ayam ditingkat peternak kini tinggal 15 ribu rupiah per kilogram. Kondisi diperparah dengan terus meningkatnya harga pakan ternak.

Kondisi para peternak ayam petelur di Desa Cepoko Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan bikin prihatin. Mereka para peternak ini terancam gulung tikar setelah harga telur tak kunjung naik.

Harga telur ayam ditingkat peternak kini menyentuh harga terendah yakni Rp 15 ribu per kilogram kondisi tersebut membuat para peternak terus merugi dan belum menemukan jalan keluarnya. Menurut peternak selain permasalahan rendahnya harga jual kini peternak juga dibingungkan oleh mahalnya harga pakan ternak.

Saat ini harga pakan ayam petelur mencapai harga Rp 12 ribu per kilogram. Dengan kondisi tersebut biaya produksi jauh lebih besar dari pada pendapatan yang diterima peternak. Peternak memastikan hingga lima bulan kedepan mereka akan gulung tikar jika harga telur tetap rendah seperti saat ini.

‘’Jadi mau bertahan sudah mentok utang banyak. Kami sudah kurangi jumlah ternak. Tiga hingga lima bulan maksimal sudah gulung tikar. Yang ayamnya sedikit banyak yang gulung tikar,’’ Soni Suwarno, peternak.

Murahnya harga telur tersebut disebabkan karena sepinya permintaan dipasaran. Kondisi itu membuat ketersediaan telur melimpah dan membuat harga anjlok. Harga telur ayam di pasar kini hanya Rp 16 ribu rupiah per kilogram.

‘’Kami mengharap ada upaya konkret dari pemerintah kabupaten untuk mencoba menyuarakan keluhan kami ke pemerintah pusat. Pemkab tidak mampu mengatasi keluahan ini, sehingga perlu campur tangan pemerintah pusat untuk berikan solusi bagi kami,’’ ungkap Soni.

Dia ingin pemerintah segera lakukan beberapa pleonggaran. Khususnya untuk pariwisata hingga hajatan. Dua hal itulah yang selama ini turut pengaruhi harga telur. Permintaan yang minim membuat peternak ayam petelur jadi merugi.

‘’Harga bisa semakin jatuh jika telur pesanan tak kunjung diambil. Karena telur kan ada masa kadaluarsanya, jika tidak segera sampai ke konsumen, kami semakin rugi,’’ katanya. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar