Ekbis

Pabrikan di Pamekasan Butuh 18.800 Ton Tembakau

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Bambang Edy Suprapto.

Pamekasan (beritajatim.com) – PT Sadhana Arif Nusa menjadi satu-satunya pabrikan tembakau di Pamekasan, yang memiliki kebutuhan tertinggi dalam proses pembelian tembakau petani pada tahun ini.

Sebab mereka berencana mematok target pembelian hingga angka 1.400 ton tembakau petani, jauh lebih tinggi dibandingkan enam pabrikan lain yang juga melakukan proses pembelian tembakau di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

“Pada tahun ini, total pembelian tembakau yang akan dilakukan pabrikan seberat 18.800 ton dari tujuh pabrikan berbeda di Pamekasan. Terbanyak PT Sadhana Arif Nusa, yakni 1.400 ton,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Bambang Edy Suprapto, Kamis (29/8/2019).

Hal tersebut berdasar hasil rapat koordinasi yang dilakukan pihaknya bersama DPRD Pamekasan, Dinas Pertanian dan Hortikultura, Bagian Perekonomian, KUTP, KTNA, dan KUTP, serta perwakilan kuasa pembelian pabrik rokok, 30 April 2019 lalu.

“Dari total 18.800 ton pembelian tembakau itu, terdiri dari Djarum dengan kebutuhan 9 ribu ton, Gudang Garam 5 ribu ton, Noyorono 800 ton, Sadhana Arif Nusa 1.400 ton, Sukun 600 ton, dan Wismikak 500 ton. Bahkan dari total tersebut, enam di antaranya sudah melakukan pembelian sejak pekan kedua Agustus 2019 lalu,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menjelaskan rencana pembelian berdasar Break Event Point (BEP) yang sudah ditetapkan sejak 28 Maret 2019 lalu. “BEP tergantung jenis jenis tembakau, katagori sawah dipatok sebesar Rp 32.484 per kg, tegal sebesar Rp 41.581 per kg, dan gunung sebesar Rp 55.101 per kg. Tapi rata-rata berkisar di angka sebesar Rp 42.643 per kg ,” jelasnya. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar