Ekbis

Pabrik Kereta Investasi Rp 1,6 Triliun di Banyuwangi Operasi Tahun Depan

Banyuwangi (beritajatim.com) – PT Stadler INKA Indonesia (SII) merupakan perusahaan industri kereta api yang memiliki kongsi (joint venture) antara BUMN PT INKA dan perusahaan kereta api dunia Stadler Rail Group dari Swiss.

Pabrik di Banyuwangi akan menjadi pabrik kereta terbesar di Asia Tenggara dengan investasi Rp 1,6 triliun. Pabrik itu fokus menggarap pesanan ekspor kereta ke Asia, Australia, dan Afrika.

Direktur Operasional PT INKA I Gede Agus Prayatna mengatakan, saat ini progress pembangunan workshop pabrik kereta api Banyuwangi mencapai 93 persen. Akibat pandemi, target awal yang harusnya rampung pada Agustus, kini mundur hingga Oktober.

“Proses pembangunan memang sempat terhenti selama tiga bulan akibat pandemi, makanya target kita juga mundur. Selain itu suplai beberapa komponen dari Jakarta dan Surabaya juga terhenti karena pandemi,” ujar Gede, Jumat (7/8/2020).

Gede menyebut, gedung- gedung pendukung dan fasilitas lainnya, seperti instalasi listrik dan air compressor serta  pemenuhan mesin mesin produksi ditarget rampung pada 2021.

“Kami targetkan pabrik mulai produksi tahun depan. Kami mulai menyerap lapangan kerja secara masif pada tahun depan, saat beroperasi. Jika kemudian pesanan ekspor terus berdatangan, tentu jumlah tenaga kerja yang terserap semakin banyak,” ujarnya.

 

Jika terwujud, tahun depan rencananya pabrik ini akan memulai aktivitas. Bahkan, berpotensi menjadi pendorong  pemulihan ekonomi di Banyuwangi setelah dampak dari pandemi Covid-19.

”Alhamdulillah, industri kereta api ini kembali berjalan terus, setelah sempat tertunda karena pandemi. Dari penjelasan manajemen PT INKA, pembangunan fisik tuntas Oktober 2020, lalu dilanjutkan instalasi mesin, uji operasi, commissioning, ditargetkan beroperasi tahun depan,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Pabrik ini, kata Anas, bakal menciptakan lapangan kerja baru sangat diperlukan sebagai upaya pemulihan ekonomi.

”Ini akan membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan mempercepat pemulihan ekonomi warga Banyuwangi. Harapan kami, banyak tenaga kerja Banyuwangi terserap. Apalagi sudah ada sejumlah SMK dan Politeknik Banyuwangi yang memiliki jurusan yang cukup relevan dengan kebutuhan perkeretaapian,” ungkapnya.

Bangunan gedung dan fasilitas pabrik kereta milik PT Stadler INKA Indonesia (SII) di Kecamatan Kalipuro. (rin)

”Bersama sektor pertanian, pariwisata, perikanan, UMKM, dan sebagainya; kehadiran industri kereta api ikut mendorong pemulihan ekonomi, bahkan bukan hanya ekonomi lokal, tapi juga nasional berkaitan dengan daya saing ekspor industri manufaktur Indonesia,” ungkap Anas.

Nantinya, di industri kereta api tersebut juga akan dibangun museum perkeretaapian sebagai destinasi wisata baru.

“Kami ingin INKA tidak hanya sekadar industri, tapi juga membawa kekayaan peradaban dan kebudayaan daerah. Adanya museum akan menjadi destinasi wisata teknologi dan edukasi. Semuanya masih on progres,” pungkasnya. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar