Ekbis

‘Orang Dalam’ Pimpin Bank Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Jadi Santoso, Direktur Kepatuhan dan HUMAN Capital Bank Jatim dipilih sebagai Direktur Utama Bank Jatim setelah ditinggalkan oleh R Soeroso. Hadi ditunjuk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2019 yang digelar di Kantor Pusat Bank Jatim.

Sosok Hadi Santoso sendiri juga bukan orang baru di Bank Jatim, sebab sebelumnya Hadi adalah karyawan Bank Jatim. Sebelum menjadi Direktur Kepatuhan dan Human Capital Bank Jatim, Hadi juga pernah menjadi pimpinan cabang di beberapa cabang Bank Jatim seperti Cabang Sidoarjo, Cabang Ponorogo, serta Cabang Utama Surabaya serta Pemimpin Divisi Bisnis Syariah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Rabu berharap komposisi personalisa direksi baru Bank Jatim bisa meningkatkan seluruh energi positif yang ada di jajaran Pemprov Jatim. “Maksimalisasi kinerja diharapkan juga bisa dicapai dengan adanya direksi baru Bank Jatim, dan mendukung kinerja jajaran Pemprov Jatim,” kata Khofifah, usai RUPSLB.

Tak hanya Hadi Santoso, dua pegawai BRI juga ikut memperkuat jajaran direksi yakni Direktur Komersial dan Korporasi yang dipimpin oleh Busrul Ima yang sebelumnya menjabat Pemimpin Wilayah Bank BRI Kantor Wilayah Surabaya. Dan Erdianto Sigit Cahyono yang dulunya mengabdi di BRI wilayah 1 Jakarta menggantikan posisi Hadi Santoso sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Bank Jatim.
Sedangkan pendatang baru lainnya Elfaurid Aguswantoro yang juga orang dalam bank Jatim yakni dulunya pimpinan cabang kini naik menjadi Direktur Konsumer, Ritel dan Usaha Syariah.

Sedangkan direksi yang lainnya seperti Ferdian Timur Satyagraha tetap menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Rizyana Mirda diposisi Direktur Resiko Bisnis.

Dengan adanya perubahan pengurus tersebut diharapkan dapat membawa bankjatim lebih baik dimasa yang akan datang. Perubahan pengurus tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kinerja bankjatim dimana hingga bulan Mei 2019, laba bersih bankjatim sebesar Rp. 658,73 Miliar atau tumbuh 7,62 % (YoY), aset bankjatim sebesar Rp. 65,97 Triliun atau tumbuh 10,29 % (YoY). Dari segi bisnis, kredit bankjatim mengalami pertumbuhan 8,16 % (YoY) atau sebesar Rp. 34,76 Triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim mengalami pertumbuhan 11,88 % atau sebesar Rp. 55,4 Triliun dengan CASA ratio 67,66% atau bertahan diatas 65% selama lebih dari 15 tahun. Hal ini menunjukkan konsistensi kemampuan bankjatim dalam mengelola dana murah.[rea/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar