Ekbis

Optimistis Penerbangan Pagerungan-Sumenep Terealisir Bulan Ini

Sumenep (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis penerbangan perintis rute Pulau Pagerungan – Sumenep bisa dibuka Januari 2019.

Seluruh proses administrasi sudah selesai. Surat sudah ada di meja Dirjen. Tinggal menunggu tanda tangan persetujuan Dirjen. Katanya dalam waktu dekat. Semoga saja bulan ini juga, surat sudah turun, kata Wakil Bupati Sumenep, Ach. Fauzi, Kamis (3/1/2019).

Bandara Pagerungan di Pulau Pagerungan, Kecamatan Sapeken, Sumenep merupakan bandara yang dikelola salah satu kontraktor kontrak kerja sama (K3S) migas, yakni Kangean Energy Indonesia (KEI). Selama ini, bandara tersebut dipergunakan hanya untuk kepentingan dan kelancaran operasional perusahaan tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep telah melayangkan surat permohonan ke Kemenkeu, SKK Migas, dan Kangean Energy Indonesia (KEI) untuk memanfaatkan Bandara Pagerungan sebagai bandara penerbangan perintis. SKK migas dan KEI sudah menyetujui permohonan tersebut

Kalau surat persetujuan sudah ditandatangani Dirjen, maka kami tinggal menunggu salinan suratnya. Setelah itu, Bandara Pagerungan sudah bisa digunakan untuk penerbangan perintis, papar Fauzi.

Rute dan anggaran penerbangan perintis tersebut sudah disetujui Kementerian Perhubungan. Saat ini tinggal menunggu perubahan status bandara, dari bandara khusus ke bandara perintis. Apabila sertifikat perubahan status bandara dari bandara khusus ke bandara umum sudah turun, maka penerbangan perintis rute Bandara Trunojoyo – Pagerungan, bisa segera dibuka.

Kami sudah berkomunikasi Kementerian Perhubungan, meminta agar anggaran untuk penerbangan perintis rute Pagerungan – Sumenep dan sebaliknya, tetap dianggarkan pada 2019, seperti 2018. Meski di 2018 anggaran tidak terpakai karena ijin belum terbit, paparnya.

Bandara Trunojoyo Sumenep sejak 2015 menjadi bagian dari jalur penerbangan pesawat perintis atau jalur bersubsidi yang merupakan program Kemenhub. Salah satu rute penerbangan perintis tersebut Sumenep – Surabaya dan sebaliknya.

Namun karena sejak September 2017 di Bandara Trunojoyo telah dibuka penerbangan komersil dengan rute Sumenep – Surabaya dan sebaliknya, maka rute penerbangan perintis yang sama dengan penerbangan komersil harus dirubah. Pilihannya jatuh pada Sumenep – Pagerungan.





Apa Reaksi Anda?

Komentar