Ekbis

Omzet Terjun Bebas, Pengusaha Oleh-oleh Khas Kediri Jualan Keliling

Kediri (beritajatim.com) – Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Kediri turut terdampak pandemi COVID-19 yang terus berlangsung. Omzet mereka terjun bebas, hingga harus melakukan berbagai strategi penjualan untuk menekan kerugian.

Gatot Siswanto, salah satu pengusaha pusat oleh-oleh di Kabupaten Kediri mengaku merasakan hari-hari terberat di masa pandemi corona ini. Hasil penjualannya pun menurun drastis hingga ia pun terpaksa mengurangi produksinya. Gatot berjuang keras untuk bertahan, karena rasa kemanusiaanya untuk menghidupi 50 orang karyawan.

“Meski pendapatan jauh dari kata layak, namun saya berusaha untuk terus produksi, karena saya memiliki tanggung jawab terhadap karyawan yang saya miliki saat ini. Saya tidak mau mereka nganggur. Setidaknya meski jumlah produksi saya kurangi dan memberlakukan shift masuk menjadi 3 hari sekali setidaknya masih bisa membantu mereka untuk tetap mendapatkan rupiah untuk keperluan kebutuhannya,” ucapnya.

Gatot mengaku, jika omzet dari hasil penjualannya tersebut mengalami penurunan drastis. Dari satu bulan biasanya mampu menghasilkan sebesar Rp 15 juta – Rp 20 juta. Tetapi kini dirinya hanya sanggup mengumpulkan Rp 1 juta saja.

“Jauh mas pendapatanya dibanding hari biasanya. Ya bisa dimaklumi, karena produksi olahan kamikan berbasis pusat oleh-oleh. Apalagi dimasa pandemi corona seperti ini kawasan wisata khususnya Jawa Timur di tutup semua. Sudah pasti akan mempengaruhi penjualan kami, karena produk olahan kami inikan juga kita titipkan atau edarkan di seluruh kawasan wisata di Jawa Timur,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gatot mengatakan, ia yang biasanya hanya melakukan penjualannya dengan cara online dan menitipkan produk olahan makanannya di sebuah kawasan tempat wisata, dimasa pandemi korona ini ia harus jemput bola dengan cara berjualan keliling kampung.

“Sekarang keliling juga sebagai bentuk jemput bola. Mungkin karena masa pandemi korona ini banyak masyarakat yang tak berani keluar karena anjuran pemerintah, ya kami berinisiatif untuk berjualan keliling menggunakan mobil pick up yang sudah kita modifikasi dengan penambahan pengeras suara untuk menarik perhatian masyarakat untuk membeli,” ucapnya.

“Dengan cara seperti ini harapannya usaha bisa tetap berjalan dan sedikitnya dapat membantu karyawan saya untuk tetap kerja,” terangnya.

Untuk diketahui, usaha yang dimiliki oleh Gatot ini telah berdiri semenjak tahun 1990. Banyak macam produk olahan makanan yang dimilikinya diantaranya gethuk pisang, tahu, hingga olahan makanan ringan berbahan dasar tahu seperti stick tahu, pilus tahu, tahu bulat dan masih banyak lagi lainnya. Sedangkan usaha yang dimilikinya ini ia namakan dengan sebutan GTT atau merupakan singkatan dari Gudange Tahu Taqwa. [nm/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar