Iklan Banner Sukun
Ekbis

Omzet Ratusan Juta, Guru di Kabupaten Malang Sukses Budidaya Tanaman Hias

Malang (beritajatim.com) – Berbekal hobi dan kecintaanya pada tanaman, membuat seorang guru di Kabupaten Malang sukses menjadi pebisnis tanaman hias. Tak main-main, omzet yang kini di dapat pun mencapai ratusan juta rupiah.

Adalah Rohmatul Jannah (35). Wanita pemilik Kebun 123 yang ada di Desa Kemulan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini, menawarkan sebuah wisata dengan tema tanaman hias yang menawarkan keindahan pemandangan berbagai tanaman hias.

Pembeli maupun pengunjung kebanyakan tidak datang sendiri. Mayoritas bersama anak, istri dan suami. Mereka berkeliling menikmati pemandangan tanaman-tamaman hias yang ditata rapi Rohmatul Jannah bersama suaminya yakni Ahmad Sukarianto.

Kebun 123 sebenarnya tidak terlalu luas, hanya berada di lahan berukuran 300 meter persegi. Namun di dalamnya terdapat berbagai macam jenis tanaman hias tertata rapi di atas meja galvalum berukuran besar. Mulai dari Aglonema, Angrek, Kaktus, dan cemara.

Pemilik Kebun 123, Rohmatul Jannah mengatakan, kebun tersebut ia dirikan sejak tahun 2016 lalu bersama suaminya, Ahmad Sukarianto.

Keinginan untuk membangun destinasi wisata tanaman hias itu, menurut Jannah -sapaan akrabnya- bermula dari hoby Ahmad Sukarianto dalam membudidayakan tanaman hias di kediamannya yang berlokasi tidak jauh dari kebun 123.

“Dari situ, kemudian banyak orang yang datang ke rumah untuk membeli tanaman hias hasil budidaya suami saya ini,” ungkap Jannah, Senin (10/1/2022).

Jannah bersama suaminya kemudian berinisiatif mengembangkan hoby-nya dengan memperbanyak koleksi tanaman hias dalam sebuah bangunan green house. Meskipun, di satu sisi masing-masing dari keduanya juga mempunyai kesibukan mengajar di sekolah.

“Ya, kami sama-sama guru. Suami saya mengajar di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 (MtsN 1) Kabupaten Malang, dan saya mengajar di PAUD KB Dewi Asiyah Kecamatan Turen,” tuturnya.

Kini, kebun 123 milik pasutri itu pun tidak pernah sepi dikunjungi oleh warga, baik yang datang hanya ingin berlibur maupun untuk membeli tanaman-tanaman hias di sana.

Jumlah kunjungan wisata ke kebun 123 itu, kata Jannah, setiap harinya kurang lebih mencapai 150 orang. Sedangkan pada akhir pekan bisa mencapai 500 orang per hari.

Selain menjadi tujuan wisata, beberapa kali kebun 123 itu menjadi tujuan pelatihan para siswa hingga mahasiswa untuk belajar membudidayakan tanaman hias. Bahkan tidak jarang juga menjadi tujuan penelitian para akademisi.

“Sampai sekarang, tempat ini biasa menjadi jujukan sejumlah PAUD di Kabupaten Malang untuk pembelajaran tanaman. Nanti, saya dan suami yang akan memberikan pelatihan secara gratis kepada mereka,” tegasnya.

Sementara dari hasil penjualan tanaman hias tersebut, keduanya bisa meraup omset hingga ratusan juta dalam setiap bulannya. “Kalau omset setiap bulannya berkisar Rp.100-150 juta,” ujarnya.

Harga tanaman-tanaman hias di sana bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu sampai yang termahal Rp 2 juta. Bahkan beberapa waktu lalu salah satu tanaman hias kolekasi disana, berjenis Aglonema Moonlight terjual dengan harga Rp 5 juta rupiah.

Ditanya terkait asal tanaman yang dikoleksinya, Jannah mengungkapkan bahwa tidak semua tanaman hias koleksinya berasal dari Indonesia. Tapi ada juga impor dari luar negeri. Salah satunya seperti Anggrek Bulan yang dibeli dari negara Thailand. (yog/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar