Ekbis

Nawa Bhakti Satya, Dimanakah Posisi Bank Jatim?

Taufan Muhamad, Bank Jatim saat menjadi pembicara dalam FGD mengupas peranan Nawa Bhakti Satya Bank Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintahan Gubenur Khofifah Indar Parawansa dan Emil L Dardak sudah menerapkan 9 program unggulan yang disebut Nawa Bhakti Satya. Sebagai BUMD dimanakah posisi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (bankjatim)?.

Menurut Taufan Muhamad, Kepala Divisi Kredit Mikro Ritel dan Program Bankjatim, sebagai BUMD pihaknya mendukung penuh program Nawa Bhakti Satya yang digaungkan Pemprov Jatim. Beberapa Nawa Bhakti Satya yang sudah diterapkan antara lain Jatim Agro, diman bankjatim sudah memiliki tabungan sinyal, serta kredit untuk perikanan dan peternakan serta pertanian.

“Kredit yang kami berikan tak sekadar kredit biasa tetapi kami juga terlibat dalam hal pembinaan dan membantu manajemen pertanian juga,” jelasnya dalam Forum Discusion Group (FDG) dengan tema “Strategi Bank Jatim Dalam Mewujudkan Mewujudkan Nawa Bhakti Setya” di Hotel Kampi, Rabu (28/8/2019).

Program Jatim Berdaya juga ditunjukkan dengan berbagai pendekatan mulai dari pelatihan, kredit khusus untuk organisasi masyarakat seperti muslimat, Fatayat hingga organisasi keagamaan lainnya yang Budha, Hindu serta Kristen. “Kami juga punya program Jatim Harmoni yakni kredit mikro untuk sektor pariwisata hingga pembiayaan pertanian organik,” jelas Taufan.

Sementara dalam sambutannya, yang diwakilkan oleh Diah Budi H, dari Biro Administrasi Perekonomian Pemprov Jatim, mengakui secara umum kinerja bankjatim cukup signifikan, sehingga mampu menopang pembangunan Jawa Timur selama tahun 2018-2019. Hal tersebut nampak dari indikator-indikator berikut pada semester 1 tahun 2019 dengan total aset sekitar Rp 68,9 triliun dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 57,9 triliun dengan pencairan Kredit sekitar Rp 34,7 triliun.

Rinciannya kredit komersial Rp 7,9 triliun dan UKM sebesar Rp 5,4 triliun serta konsumsi Rp 21,3 triliun. Dan ini mampu meningkatkan nilai tambah serta mengurangi tingkat pengangguran pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah menjalankan Program Hulu Hilir Agro Maritim. Program ini akan dibiayak dari dana bergulir dengan bunga pinjaman sebesar 6 persen efektif per tahun.

Iswara Rosya, Kabag Pengawasan OJK yang turut hadir sebagai pembicara mengaku bankjatim diharapkan mampu menjadi lokomotif penurunan angka kemiskinan melalui penyaluran kredit untuk UKM serta penyaluran CSR.[rea/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar