Ekbis

Nataru, Wisata air di Kabupaten Mojokerto Masih Buka

Kepala Diparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo

Mojokerto (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan kebijakan khusus terkait perayaan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), salah satunya tempat wisata air dilarang buka. Namun tempat wisata air di Kabupaten Mojokerto masih buka tapi tetap membatasi jumlah pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Diparpora) Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo mengatakan, jika pihaknya belum menerima surat resmi dari Gubenur Jawa Timur. “Wisata di Kabupaten Mojokerto kita terapkan sesuai petunjuk dari Bupati Mojokerto. Gubenur belum ada petunjuk resmi,” ungkapnya, Rabu (23/12/2020).

Masih kata Amat, sesuai Surat Edaran Plt Asisten Pemerintah dan Kesra Nomor 440/3136/416-105/2020 tentang Himbauan Perayaan Natal tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 agar tempat wisata dan hotel mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan. Pengelolaan dihimbau untuk tidak membuat acara yang menyebabkan kerumunan.

“Kita sudah sampaikan ke pengelola tempat wisata baik yang dikelola Pemkab Mojokerto maupun swasta serta hotel dan penginapan tetap hal ini. Agar para pengelola melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan dan tidak membuat acara yang menimbulkan kerumunan. Seperti kembang api, panggung hiburan dan lainnya,” katanya.

Pihaknya menerapkan kapasitas pengunjung wisata yang bisa masuk ke tempat wisata di Kabupaten Mojokerto hanya 50 persen saja. Namun jika membludak maka pihaknya akan menerapkan sistem buka tutup di wisata yang dikelola Disparpora Kabupaten Mojokerto tersebut.

“Kami sudah rapat, kami akan terapkan sistem buka tutup saat pengunjung dinilai sangat banyak nanti. Jadi, kalau kapasitas di wisata kami sudah 50 persen, wisata akan kami tutup sementara, setelah ada pengunjung yang sudah keluar dari wisata, baru wisata akan kami buka kembali,” ujarnya.

Amat menambahkan, pihaknya juga menerapkan inovasi barunya, yakni e-Ticketing atau tiket elektronik. Inovasi ini dibuat untuk meminimalkan kontak fisik antara pengunjung wisata dengan petugas tiket. Pihaknya sudah menyiapkan sistem barcode, dengan catatan handphone (HP) pengunjung ada koneksi internet sehingga sudah bisa menggunakan e-Ticketing.

“Tidaknya syarat khusus bagi wisatawan yang berasal dari luar daerah, seperti menunjukkan hasil rapid test. Namun, jika saat dilakukan pengecekan suhu tubuh pengunjung ada yang didapati lebih dari 37 derajat celcius, maka pengunjung itu diminta tidak memasuki lokasi wisata. Protokol kesehatan ketat tetap kita lakukan,” tegasnya.

Sekedar diketahui, Disparpora Kabupaten Mojokerto mengelola 12 objek wisata alam dan sejarah. Yaitu Wana Wisata Air Panas Padusan, pemandian Ubalan dan Coban Canggu Pacet, air terjun Dlundung dan petirtaan Jolotundo Trawas, eko wisata Tanjungan Kemlagi, makam Troloyo, Museum, Candi Bajangratu, Candi Ringin Lawang, Candi Brahu dan Candi Tikus Trowulan. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar