Iklan Banner Sukun
Ekbis

Nasib 15 Ribu Pegawai Hotel dan Restauran Jatim Dirumahkan Sepanjang Pandemi

Ketua PHRI Jatim, Dwi Cahyono.

Malang(beritajatim.com) – Dalam catatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur (Jatim) sebanyak 15 ribu pegawai terpaksa di rumahkan akibat pandemi Covid-19. PHRI pun merekomendasikan kepada anggotanya untuk menerapkan skema Unpaid Leave (atau dirumahkan tanpa digaji) demi menghindari pemecatan.

“Jadi sekitar 15 ribuan yang dirumahkan. Karena kita tahu sektor pariwisata memang sangat anjlok selama pandemi ini. Kami merekomendasikan kepada para pengusahan kalau bisa menerapkan unpaid leave. Jadi sewaktu-waktu kalau sudah normal, pegawai yang dirumahkan itu bisa dipekerjakan kembali, tidak perlu cari pegawai baru,” kata Ketua PHRI Jatim, Dwi Cahyono, Jumat, (14/1/2022).

Dwi mengatakan, pandemi Covid-19 adalah fase terburuk dalam perjalanan mereka. Jumlah 15 ribu pekerja yang dirumahkan terjadi pada kurun waktu 2020 hingga 2021. Saat awal pandemi angka okupansi hotel turun hingga 10 persen ke bawah. Lalu pada gelombang kedua beberapa waktu lalu jumlah okupansi hotel sama di awal pandemi di bawah 10 persen.

“Sekarang okupansi sudah mencapai rata-rata 40 persen. Target kami di tahun ini rata-rata okupansi bisa 60 persen, seperti sebelum pandemi. Dan dari 15 ribu yang dirumahkan sampai dengan saat ini tinggal 15 persen dari jumlah itu yang masih dirumahkan,” papar Dwi.

Dwi mengatakan, perlu campur tangan pemerintah dalam memulihkan sektor pariwisata apalagi ada 800 instansi yang tergabung dalam PHRI Jatim. Para pelaku usaha hotel dan restauran perlu stimulus dari pemerintah agar tetap eksis.

“Kami memberikan beberapa masukan untuk recovery pariwisata saat pandemi. Seperti keringanan pajak, pinjaman perbankan diperlunak hingga biaya operasional seperti pembayaran listrik dan air juga dimudahkan,” tandasnya. (luc/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar