Iklan Banner Sukun
Ekbis

Musim Tanam Tahun ini, Ponorogo Dapat Jatah Pupuk Bersubsidi 62.731 Ton

Ponorogo (beritajatim.com) – Musim tanam padi di Ponorogo sudah mulai tahun ini. Itu artinya, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Peternakan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo harus segera mendistribusikan pupuk bersubsidi ke para kelompok tani (poktan). Supaya para petani tidak akan kesulitan untuk merawat tanaman padi yang baru ditanamnya.

“Alhamdulillah, pupuk bersubsidi sudah didistribusikan seminggu yang lalu,” kata Kasi Pengolahan Pupuk, Pestisida, dan Pembiayaan Pertanian Dipertahankan Ponorogo, Samidi, Selasa (18/1/2022).

Tahun ini, kata Samidi Kabupaten Ponorogo mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah sebanyak 62.731 ton. Jumlah tersebut terdiri dari tiga jenis pupuk. Yakni pupuk Urea (27.436 ton), pupuk NPK (13.880 ton) dan pupuk organik (21.415 ton). Jumlah alokasi pupuk bersubsidi 63.731 ton itu, merupakan realisasi pengusulan dari elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang diusulkan oleh Dipertahankan Ponorogo. Pengusulan e-RDKK sebanyak 149.312 ton. “Jadi alokasi 62.731 ton atau 42,01 persen dari pengusulan e-RDKK sebanyak Rp 149.312 ton,” katanya.

Tahun lalu alokasi pupuk bersubsidi di Ponorogo masih 5 jenis pupuk. Namun, di tahun ini karena ada peraturan baru di Kementerian Pertanian (Kementan), Ponorogo hanya dijatah 3 jenis pupuk. Minus pupuk ZA dan pupuk SP-36. Hal tersebut dikarenakan mayoritas petani di Ponorogo tanamannya padi, jagung dan kedelai (pajale). “Aturan Kementan terbaru, karena Ponorogo tanamannya hanya Pajale, maka sudah tercukupi dengan ketiga pupuk (Urea, NPK, Organisasi -red) tersebut,” ungkapnya.

Nantinya Dipertahankan Ponorogo masih akan melakukan pengajuan penambahan alokasi pupuk bersubsidi kepada pemerintah provinsi (pemprov) Jawa Timur (Jatim). Sehingga ke depan masih ada potensi penambahan untuk pupuk bersubsidi. Namun, pengajuan tambahan itu juga berdasarkan penyerapan pupuk yang terjadi di setiap kelompok tani atau per kecamatan. Dia menyebut jika tahun lalu saja ada tiga kali realokasi pupuk bersubsidi.

“Alokasi memang diratakan dalam satu tahun. Dilihat dulu perjalanan penyerapannya. Bisa dilakukan penambahan realokasi, seperti tahun lalu bisa sampai tiga kali,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar