Ekbis

Musim Kemarau, Petani di Rawa Pucuk Lamongan Manfaatkan Tanam Semangka

Kusnadi (62), petani asal Desa Latek Lamongan

Lamongan (beritajatim.com) – Memasuki musim kemarau, rawa-rawa di wilayah Pucuk Lamongan mengering. Airnya surut karena tidak ada hujan. Kondisi tersebut dimanfaatkan petani musiman untuk menanam aneka buah seperti semangka, melon, blewah, dan timun mas.

Selain masyarakat setempat, ada juga masyarakat dari desa lain, seperti Latek, Miru, Trosono, dan Manyar. Tanaman yang dikembangkan tersebut membutuhkan waktu dua bulan hingga siap panen. Dalam sekali panen, membutuhkan 4 kali penyemprotan pestisida supaya hama dan penyakit sejenisnya mati.

Seperti diungkapkan Kusnadi (62), petani asal Desa Latek bahwa musim tidak dapat diprediksi lagi untuk saat ini, yang terpenting adalah tetap bisa menanam tanaman yang menghasilkan buah. “Nggak ada persiapan khusus Mbak buat menanam garbes (blewah) dan semangka ini. Cuma butuh modal yang cukup saja buat beli obatnya, soalnya ini buat 4 kali penyiraman dalam satu kali panen,” katanya. [kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar