Ekbis

Musim Hujan, Harga Cabai di Gresik Naik Dua Kali Lipat

Gresik (beritajatim.com) – Musim hujan sudah mengguyur wilayah Jawa Timur sejak awal November 2020 lalu. Hujan berdampak pada kenaikan harga sembako, khususnya cabai.

Pantauan di sejumlah pasar di Gresik, harga komoditas cabai menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan. Cabai rawit misalnya, dari semula Rp 26 ribu perkilo kini naik Rp 5 ribu menjadi Rp 31 ribu perkilonya.

Hal yang sama pada harga cabai besar. Dari semula Rp 30 ribu perkilo menjadi Rp 33 ribu perkilonya. Meski ada kenaikan, stok ketersediaan cabai masih stabil

Anik (45) salah seorang pedagang menuturkan, kenaikan harga cabai di musim hujan dinilai wajar. Sebab, stok ketersediannnya juga menipis. Terutama sembako jenis basah. “Kalau cabai ini kan tidak awet kalau musim hujan begini pasti naik,” tuturnya, Rabu (25/11/2020).

Satu bulan kata Anik, harga cabai rawit masih berkisar Rp 19 ribu. Tapi saat ini sudah menyentuh Rp 31 ribu. Hampir dua kali kenaikannya.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik, Agus Budiono mengatakan, soal kenaikan harga cabai pihaknya sudah mewanti-wanti sembako jenis basah ini sejak awal November lalu. Apabila terjadi perubahan harga yang sangat drastis pihaknya pun juga kwalahan mengatasinya. Sebab, meroketnya harga komoditas basah dipengaruhi oleh cuaca.

“Untuk sembako tertentu, kami membatasi barang impor. Agar barang lokal mampu bersaing,” katanya.

Tapi untuk antisipasi kenikan harga itu, pihaknya hanya bisa mengontrol stok di pasaran dan memastikan barang selalu tersedia walaupun sedikit.

“Curah hujan tinggi otomatis harga cabai, bawang akan terdampak. Tapi kami terus mengontrol harga agar tetap wajar,” pungkas Agus Budiono. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar