Ekbis

Musim Buruk, Permintaan Tinggi, Picu Inflasi di Jember

Kepala Badan Pusat Statistik Jember Arif Joko Sutejo

Jember (beritajatim.com) – Inflasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Desember 2019 mencapai 0,54 persen. Inflasi ini dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas.

“Pengaruh musim yang buruk sepanjang bulan ini dengan curah hujan yang tinggi dan permintaan masyarakat yang tinggi karena bertepatan dengan perayaan Natal dan tahun baru 2020, menyebabkan harga beberapa komoditas kelompok bahan makanan mengalami kenaikan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Jember Arif Joko Sutejo, Kamis (2/1/2020).

Beberapa komoditas itu antara lain telur ayam ras, bawang merah, tomat sayur, labu siam/jipang, kacang panjang, minyak goreng, kue basah dan pindang asin. Kenaikan tarif kereta api dan angkutan antar kota juga mendorong inflasi.

“Selama tujuh tahun terakhir pada Desember, yaitu periode 2013-2019, selalu terjadi inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi pada 2014 sebesar 2,64 persen,” kata Arif.

Saat ini, dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi dan satu kelompokpengeluaran mengalami deflasi. Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok bahan makanan, sebesar 1,76 persen dengan sumbangan inflasi sebesar 0,4141 persen. Ini diikuti oleh kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan inflasi sebesar 0,28 persen, dengan sumbangan inflasi sebesar 0,0584 persen.

“Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,26 persen dengan sumbangan inflasi sebesar 0,0398 persen. Kelompok sandang sebesar 0,18 persen dengan sumbangan inflasi sebesar 0,0116 persen, dan kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,11 persen dengan sumbangan inflasi sebesar 0,0053 persen,” kata Arif.

Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, mengalami inflasi sebesar 0,07 persen dengan sumbangan inflasi sebesar 0,0143 persen. sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami deflasi sebesar 0,02 persen dengan sumbangan deflasi sebesar 0,0014 persen. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar