Iklan Banner Sukun
Ekbis

Muncul Kesenjangan Harga Telur di Tingkatan Pasar dan Peternak, Ada Apa?

Salah satu peternak ayam petelur di Lamongan.

Lamongan (beritajatim.com) – Pada pekan ini, harga telur ayam di sejumlah pasar Lamongan terbilang tinggi, yakni mencapai Rp 24 ribu per kilogram. Meski begitu, harga telur tersebut mengalami kesenjangan dengan harga di tingkatan peternak.

Diketahui, saat ini harga telur di tingkatan peternak ayam petelur Lamongan Rp 20 ribu per kilogram atau hanya naik Rp 200 jika dibandingkan pada hari sebelumnya. “Per hari ini, harga telur ayam hanya Rp 20 ribu, naik Rp 200 dari harga kemarin yang hanya Rp 19.800,” ujar Junet, salah seorang peternak ayam petelur di Lamongan kepada wartawan, Jumat (18/3/2022).

Hal senada juga diungkapkan oleh Hardi, peternak ayam petelur lainnya. Menurutnya, harga Rp 20 ribu per kilogram di tingkatan peternak ini semakin menggencet keuntungannya. Pasalnya, imbuh Hardi, harga pakan juga terus naik.

Hardi menambahkan, jika harga telur nantinya turun di bawah harga Rp 20 ribu, maka dapat dipastikan para peternak di Lamongan ini akan merugi. “Ya jelas impas mas, harga telur naiknya sedikit, sedangkan harga pakannya terus naik,” sambungnya.

Masih kata Hardi, pihaknya juga mengaku tak tahu mengapa terjadi perbedaan harga yang begitu tinggi antara harga di peternak dengan di pasar. Ia menduga, ada suatu yang tidak beres di balik adanya kesenjangan harga tersebut. “Kami tidak tahu apa penyebabnya, yang jelas kemungkinan ada permainan harga karena di tingkatan peternak hanya Rp 20 ribu,” ucapnya.

Oleh sebab itu, Hardi meminta kepada pemerintah terkait untuk segera menstabilkan harga telur atau membuat aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkatan peternak agar mereka bisa mendapatkan keuntungan. “Permintaan kami sebenarnya tidak repot-repot kok, kami ingin ada Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkatan peternak, setidaknya di harga Rp 21 ribu atau Rp 21.500,” tukasnya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar