Ekbis

MTH Pamekasan, Upaya Tingkatkan Sektor Ekonomi Masyarakat

Pamekasan (beritajatim.com) – Program Milenial Talent Hub (MTH) yang digagas Pemkab Pamekasan, dijadikan sebagai upaya menekan angka pengangguran sekaligus menciptakan lowongan pekerjaan baru demi meningkatkan sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Program ini merupakan peluang luar biasa untuk menekan angka pengangguran, tentunya juga demi meningkatkan sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kabupaten Pamekasan,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Kamis (26/11/2020).

Dalam program yang berfungsi sebagai wadah bagi kaum milenial di bidang wirausaha dan diresmikan di Gedung Pemuda Jl Kabupaten, Senin (23/11/2020) lalu. Digagas sebagai implementasi dari program prioritas menciptakan 10 ribu wirausaha baru atau Saputangan Biru, guna dijadikan sebagai wadah pembelajaran bagi pelaku usaha muda.

“Semua kita siapkan, mulai dari modal dengan bunga pinjaman 1 persen, keahlian pendamping hingga proses pemasaran. Jika masih mengaku tidak bisa berusaha (dengan fasilitas yang sudah disiapkan), tentunya sudah keterlaluan,” ungkapnya.

Bahkan pihaknya juga menyiapkan Gedung Pemuda sebagai salah satu pusat pembelajaran dan diskusi antar pengusaha muda. “Semua akan terpusat disini untuk menjadi tempat anak-anak muda dan pengusaha muda berinteraksi, berdiskusi ataupun sharing tentang bisnis dan usaha mereka,” imbuhnya.

“Kami sering menyampaikan bahwa jika kita selalu menggunakan cara yang biasa, maka tidak akan mendapatkan hal yang luar biasa. Bahkan sekalipun menggunakan cara yang luar biasa, hasilnya terkadang tidak luar biasa. Dari itu kami akan terus berikhtiar untuk memberikan yang terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Namun demikian pihaknya juga memberikan saran dan masukan kepada pengusaha muda agar selalu gigih dalam merintis usaha. “Menjadi calon pengusaha atau mengawali sebagai wirausahawan baru perlu perjuangan yang gigih, jika gagal pertama harus dicoba hingga berkali-kali. Hanya pelaut hebat yang melewati ombak besar,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e yang menilai program pengembangan usaha baru di Pamekasan, mulai dilirik kabupaten/kota lain di Indonesia. “Saat sekolah di Lemhanas beberapa waktu lalu, program kita ini menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Bahkan sebagian di antara mereka mengaku tertarik dan ingin mempraktikkan program ini di daerah mereka,” jelas Raja’e.

“Dari itu sungguh kita merugi jika tidak bisa memaksimalkan program serta konsep ini untuk diterapkan di Pamekasan, kami yakin jika serius maka hasilnya akan dirasakan satu atau dua tahun mendatang. Target saputangan biru atau sepuluh ribu pengusaha baru akan bisa dicapai,” pungkasnya. [pin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar