Ekbis

Mobil Uji Tanah PG Dipraktikan di Lampung

Gresik (beritajatim.com) – Mobil uji tanah Petrokimia Gresik (PG) dipraktekan di Provinsi Lampung untuk mendukung pertanian di daerah tersebut. Dirut PG Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, keberadaan mobil uji tanah itu merupakan tindak lanjut MoU antara Pemprov Lampung dengan PG.

“Ini merupakan komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung program percepatan pembangunan, khususnya peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Provinsi Lampung, dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional,” katanya, Kamis (8/10/2020).

Perluasan jangkauan layanan mobil uji tanah hingga Provinsi Lampung ini berfungsi untuk menguji tingkat kesuburan tanah dan memberikan konsultasi pertanian secara gratis. Petani cukup membawa sampel tanah dari lahan pertaniannya, kemudian dalam waktu singkat dapat mengetahui kandungan tanah sekaligus mendapatkan rekomendasi pemupukan yang tepat.

“Selama ini petani merasa kesulitan dalam memilih jenis pupuk maupun dosis yang akan digunakan. Hadirnya layanan ini akan memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Selain mobil uji tanah, PG mendukung pemerintah dalam mengedukasi petani untuk menerapkan pola pemupukan berimbang demi terwujudnya pertanian yang berkelanjutan,” ,” ungkap Dwi Satriyo.

“Dengan dosis pemupukan yang tepat dan berimbang, maka penggunaan pupuk oleh petani akan lebih efisien dan produktivitasnya pun semakin optimal. Sehingga tidak hanya mampu menyukseskan program percepatan pembangunan pemerintah daerah, tapi juga mendongkrak kesejahteraan petani,” lanjutnya.

Guna mendukung ketahanan, pangan lanjut dia, pihaknya berkomitmen dalam penyediaan dan pendistribusian pupuk bersubsidi sesuai penugasan pemerintah dengan prinsip 6 tepat. Yaitu tepat mutu, tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, dan tepat tempat. Kemudian menjamin ketersediaan serta kualitas pupuk bersubsidi dan non-subsidi.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyatakan daerahnya memiliki banyak komoditi unggulan dalam bidang pertanian. Sehingga, Provinsi Lampung menyandang gelar lokomotif pembangunan pertanian Indonesia. “Sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan. Sedangkan kartu petani berjaya (KPB) diluncurkan untuk memudahkan petani memperoleh benih dan pupuk,” tandasnya.

Tahap awal ada 18.277 petani terdaftar. Adapun peluncuran tahap satu KPB ini dilakukan di Kecamatan Trimurjo. Itu karena lokasi tersebut adalah pusat pembenihan padi seluas 1.000 hektar. Benih yang dihasilkan itu dapat memenuhi kebutuhan petani Lampung dan wilayah Sumatera Selatan. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar