Ekbis

Minat Berbelanja Mulai Pulih, Royal Plaza Buka Food Society

Surabaya (beritajatim.com) – Setelah arus pandemi melandai di Surabaya, Royal Plaza membuka Food Society di lantai Lower Ground (LG). Mulai menggeliatnya pengunjung Food & Beverage membuat manajemen Pakuwon Group berani membuka Food Society yang seharusnya sudah dibuka April lalu, namun tertunda karena PSBB.

Menurut Sutandi Purnomosidi, Direktur Marketing Pakuwon Group, saat ini bisnis F&B sudah mulai menggeliat kunjungan ke mall sudah mulai pulih sekitar 60 -70 persen okupansinya. Dan pelanggan F&B lebih banyak lagi yakni sekitar 80 persen lebih.

“Masyarakat sudah banyak yang ingin refreshing, makanya mall sudah mulai naik okupansinya. Kami terus menerapkan standar Covid-19, dengan menyediakan bilik desinfektan, alat pengukur suhu, cuci tangan hingga handsanitizer bagi semua pengunjung. Dan pengunjung pun semua menggunakan masker, ini menunjukkan tingkat kesadaran pengunjung sudah tinggi,” beber Sutandi, disela acara yang digelar Jumat (9/10/2020).

Semakin ramainya mall ini juga membuat retailer semakin antusias, hal itu terbukti dari jumlah tenant di Food Society Royal Plaza yang sudah bervariatif.

Okupansi Food Society LG Royal Plaza saat ini mencapai 81% dari total leasable area seluas 3.700m2 yang menempati lantai basement. Dimana leasable area basement LG seluas 9.300 m2 ini, yang digunakan oleh Hypermart seluas 5.600m2.

Food Society Royal Plaza dirancang dengan konsep modern yang mengedepankan suasana makan yang nyaman untuk hang out keluarga millennial. Interior bertema wooden style akan banyak ditemui di hampir semua resto yang telah buka di Food Society Royal Plaza seperti Marugame, Gokana, Ichiban Sushi, Tawan, Fusia, Mie Mapan, Bebek Semangat, AW, Aroma Padang, Penyetan Cok, Kokumi, Urban Latte.

Society Royal Plaza dilengkapi area bermain anak-anak Kookooroo yang dilengkapi permainan laser untuk menambah kenyamanan anak-anak saat bermain. “Namun seperti okupansi playground masih rendah, mungkin karena anak-anak masih sekolah di rumah,” tambahnya.

Sementara itu Tjahjono, Haryono, Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran (Apkrindo) Jatim, mengaku kondisi ini belum sepenuhnya pulih tetapi anggotanya sangat sedikit yang melakukan PHK pada karyawan mereka. Dan saat kondisi sudah mulai membaik, mereka bisa bekerja seperti biasa tanpa ada pengurangan jam kerja. “Beruntungnya saat ini kebiasaan liburan di luar negeri pun menurun drastis, dampaknya uang akan berputar dalam negeri saja dan ini peluang bagi pengusaha,” tandasnya.[rea/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar