Iklan Banner Sukun
Ekbis

Miliki 4 Aspek Ekosistem, Desa Ketapanrame di Mojokerto Menjadi Desa BRILian

Mojokerto (beritajatim.com) – Desa Ketapanrame di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto berhasil masuk dalam daftar 10 Desa BRILian 2021 Batch Kedua se-Indonesia. Desa Ketapanrame mendapat bantuan Rp1 milyar untuk pengembangan wisatanya dan pembangunan bersamaan dengan perayaan ulang tahun BRI ke 126.

Kepala Desa (Kades) Ketanpareme, Zainul Arifin mengatakan, sejak tahun 2020, Desa Ketanpareme masuk dalam program binaan BRI. “Kami juga diapresiasi oleh BRI Pusat melalui program Desa BRILian masuk 10 besar se-Indonesia. Setelah menjadi 10 besar tentunya juga ada beberapa penilaian dari BRI,” ungkapnya.

Desa Ketanpareme diberikan bantuan dari BRI sebesar Rp1 milyar untuk pengembangan wisata. Keberhasilan Desa Ketapanrame masuk Desa BRILian merupakan hasil kerja keras semua pihak. Salah satunya adalah peran BUMDes Ketapanrame yang aktif memberdayakan masyarakat desa dalam mengembangkan potensi wisata.

“Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan sarana dan prasarana (saspras) wisata yang ada di Sumber Gempong dan penambahan beberapa sarana di Taman Ghanjaran. Pengembangan sarana prasarana kelompok tani ternak sapi penggemukan. Pelatihan kelompok masyarakat untuk oleh-oleh dan pembangunan gedung pertemuan,” katanya.

Sementara itu, Manager Pemasaran Mikro BRI Panca Mojokerto Adi Yudha menjelaskan, program BRI yakni Desa BRILian bekerja dengan Kementrian Desa (Kemendes) dan BUMDes Id untuk menggiatkan desa-desa berkolaborasi dengan BRI. “Intinya kita adakan pelatihan berbagai macam termasuk juga kita pastikan bahwa literasi keuangan juga maksimal di desa,” jelasnya.

Sehingga desa menyambut gayung BRI dan desa juga aktif dalam melakukan transformasi semakin desa semakin maju. Desa Ketapanrame satu desa sejak tahun 2020 bekerja sama dengan BRI dan saat dilakukan evakuasi oleh BRI Pusat, Desa Ketapanrame memenuhi syarat dan masuk dalam 10 Desa BRILian tahap kedua.

“Kami mendorong desa untuk memaksimalkan potensinya, Desa Ketapanrame ini aktif ada nilai tambah, secara penilaian juga bagus akhirnya menjadi salah satu pemenang. Dari situ otomatis semakin dikenal Desa BRILian Ketapanrame, banyak tamu ke sini belajar tentang pengelolaan desa dan lainnya dari desa di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Adi menjelaskan, untuk menjadi Desa BRILian banyak komponen dalam penilaiannya. Salah satunya inklusi keuangan, jumlah warga sudah mengenal bank, layanan perbankan, adopsi teknologi seperti pembayaran non tunai. Dalam program tersebut, lanjut Adi, desa akan dipantau dan peran Kades didalamnya juga penting.

“Kita awasi melalui RAB, dari awal kita mintakan RAB. Rencana penggunaan anggaran seperti apa? Dibangun apa? Kita juga ada kreteria, seperti pembangunan fasilitas umum, sarana prasarana. Ada ketentuan dari kita. Kita tidak serta merta kasih uang cash, tetap kita kawal juga. Kita ingin memastikan juga uang yang kita berikan dalam bentuk BRI Peduli, CSR ini tepat sasaran,” harapnya.

Menurutnya, CSR melalui BRI Peduli tersebut yang disentuh adalah warga desa sehingga harus dirasakan manfaatnya oleh warga desa. BRI tetap akan melakukan pembinaan secara berkelanjutan meski sudah ditetapkan menjadi Desa BRIlian. BRI dalam kondisi pandemi saat ini ingin merangkul desa lebih berdaya sesuai dengan tema tahun ini, Memberi Makan Indonesia.

“Sehingga selain yang sudah ada sekarang ini, kita ingin mencari Desa BRIlian lain. Tentunya kembali lagi, kalau kita mendorong, sediakan bantuan, fasilitas dalam bentuk pelatihan, pemberdayaan tapi kalau desa tidak menyambut dengan maksimal maka tidak maksimal. Ketapanrame menyambut kita dengan maksimal,” tegasnya.

Adi menambahkan, untuk Desa BRIlian Batch Pertama, Kabupaten Mojokerto tidak masuk dalam Desa BRIlian. Di Batch Kedua, Desa Ketapanrame masuk dengan Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang. Sementara di Batch Ketiga tahun 2022, ada tiga desa di Kabupaten Mojokerto yang masuk Desa BRIlian.

“Kalau tidak menang, kita tidak turun tidak. Kita tetap berhubungan tetapi ada prioritas dari kantor Pusat BRI diutamakan Desa BRIlian karena Desa BRIlian sudah melalui beberapa seleksi, memenuhi syarat sehingga saat kita memberikan bantuan Rp1 milyar jelas penggunaannya. Kita ingin membangun, mendorong desa semakin maju,” pungkasnya.

Di Desa Ketapanrame terdapat dua tempat wisata dari tanah kas desa yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Yakni Taman Ghanjaran dan Wisata Sawah Sumber Gempong. BRI menjadikan Desa BRILian sebagai salah satu program kebanggaan. Desa BRILian merupakan desa binaan BRI yang memiliki empat aspek ekosistem. Pertama, BUMDes yang aktif sebagai penggerak ekonomi desa.

Kedua, digitalisasi yang terimplementasi di desa, termasuk keuangan digital dan pemanfaatan produk-produk digital BRI seperti Agen BRILink, Web Pasar (pasar.id), hingga Stroberi. Ketiga, inovasi yaitu desa yang kreatif dalam memecahkan masalah kemasyarakatan. Keempat adalah sustainability yaitu Desa Tangguh yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui sektor usaha unggulan desanya secara berkesinambungan. [tin]


Apa Reaksi Anda?

Komentar